Kuliner

Kedai Kopi yang Memanjakan Konsumen

Ahad, 14 January 2018 06:31 WIB Penulis: M Taufan SP Bustan

MI/M Taufan SP Bustan

KAWASAN Cipete, Jakarta Selatan, memang menghadirkan beragam pilihan tempat untuk bersantap. Akhir pekan lalu, Media Indonesia berkesempatan untuk menyambangi salah satu coffee shop yang berada di kawasan itu.

Layaknya kedai kopi, Kimkoff menghadirkan beragam varian kopi lokal yang memanjakan lidah pecinta kopi Indonesia. Tidak sebatas kopi, kedai yang baru berusia satu tahun ini juga menawarkan pelbagai makanan dan minuman yang menarik konsumen.

Setelah memesan makanan dan minuman, selagi menanti hidangan datang, sempatkan berswafoto dulu. Berbagai perabotan dan hiasan dinding kedai ini sangat menarik untuk diabadikan. Para pelayan yang ramah juga membuat Anda nyaman untuk bersantai di kedai ini.

Siang itu Media Indonesia memesan tiga makanan dan dua minuman andalan Kimmkoff. Tak lama menanti satu per satu hidangan kami pun berdatangan. Hidangan pertama yang kami cicipi ialah stir beef tongue. Hidangan olahan lidah sapi ini disajikan bersama nasi mentega (butter rice), dan hiasan potongan paprika merah dan hijau. Ditambah saus yang dihias bak bunga.

Meski banyak restoran menyajikan hidangan serupa, Kimmkoff yakin hidangan itu berkesan di mulut dan hati pengunjungnya. Memang benar, saat disantap, potongan lidah sapi itu terasa empuk dan tidak amis. Bak meleleh di mulut.

Kepala Chef Kimmkoff Haerul mengakui keempukan lidah sapi itu didapat karena teknik khusus saat memasaknya. Namun, sebelum dimasak kulit dari lidah sapi yang telah dibersihkan itu dibuang terlebih dulu.

"Untuk merebusnya tidak ada waktu pasti, saya hanya pakai feeling saja karena tekstur lidah sapi itu berbeda-beda," terangnya Sabtu (6/1).

Setelah direbus dengan campuran bumbu dan rempah khusus ala Kimmkoff, Haerul lalu memotong lidah sapi berbentuk kotak kecil menyerupai dadu. Kemudian ia menambahkan penyedap rasa.

Tidak mengherankan rasa masakan ini sangat khas. Ada seperti campuran bawang putih dan merah yang dihaluskan bersama kemiri, cabai, garam, serta gula sehingga membuat masakannya begitu gurih.

"Untuk ukuran lidah sapi sekitar 70 gram. Untuk bumbu dan rempahnya khusus ala Kimmkoff," jelasnya.

Pada butter rice, Haerul tidak menambahkan bumbu khusus selain campuran mentega dan penyedap rasa. Wujudnya yang mudah terhambur ketika ingin dimakan tidak begitu berminyak. Semakin lengkap dengan potongan paprika dan bawang yang ditumis setengah matang.

Masakan ini sangat tepat disantap saat masih hangat. Terlebih ketika Anda ingin memadukannya dengan kerupuk. "Ini menjadi salah satu menu andalan Kimmkoff," ungkap Haerul.

Seusai menyantap lidah, saatnya mencicipi iga bakar. Bagian lain dari sapi ini dihidangkan di atas piring putih, ditemani nasi putih yang ditaburi bawang goreng, didampingi emping, jeruk nipis, dan sambal. Tampilan yang menggoda selera. Tidak ketinggalan semangkuk kecil kuah berisi sayuran segar.

Meski Haerul tidak menjelaskan secara rinci bumbu dan rempah yang digunakan dalam masakan satu ini, setelah kami mencobanya sangat terasa adanya penggunaan bawang putih dan kecap manis. Rasa jahe, biji pala, serta penggunaan cengkeh juga ada dalam masakan ini. Selain itu, daging iganya pun terasa empuk. "Sebelum dimasak iganya dicuci bersih dulu kemudian diperaskan air jeruk nipis sehingga bau amisnya hilang. Setelah itu baru dibakar," kata Haerul.

Selain penggunaan bumbu dan rempah, yang menjadi pembeda iga bakar ini dengan iga bakar lain ialah supnya. Sup yang ditawarkan Kimmkoff khusus menggunakan air dari rebusan iga sehingga memiliki rasa kaldu sapi yang begitu kental. Tambahan campuran potongan wortel, daun bawang, dan tomat membuat sup ini semakin nikmat. Rasanya begitu segar terlebih jika dihidangkan dalam kondisi hangat.

"Menu ini bisa disantap orisinal hanya iga dan sup, namun pada umumnya ada tambahan nasi," ujar Haerul.

Pasta

Tidak hanya makanan berbasis nasi, kedai ini juga menyediakan pelbagai jenis spageti. Siang itu kami mencoba spaghetti chicken patty.

Haerul mencampurkan pasta ini dengan saus dan telur asin. Ditambah chicken patty atau daging ayam bagian dada yang digoreng garing bersama tepung yang telah dicampur bumbu khusus Kimmkoff.

"Bahan dan cara masak menu ini cukup simpel. Namun tetap mengedepankan rasa yang enak. Di sini juga ada penggunaan bumbu dan rempah ala Kimmkoff," ujar Haerul.

Kombinasi pasta dan saus telur asin cukup membuat penasaran. Ternyata rasa asin tidak terlalu mendominasi saat di santap. Sebaliknya rasa asin dari telur itu melebur dengan kelembutan pasta dan bumbu-bumbu lainnya.

Meski tempat ini merupakan kedai kopi, tidak selalu kopi yang ditawarkan. Dua minuman yang didominasi buah ini patut dicoba untuk melepas dahaga, yakni cream berry smoothie dan sparkling kiwi squash.

Promo

Meski baru, restoran ini sudah memiliki sejumlah pelanggan setia. Rahasianya tidak lepas dari sejumlah promo yang ditawarkan mereka setiap hari. "Trik ini berhasil menurut kami. Dan di seputaran Cipete baru kami yang berani tawarkan promo setiap harinya," aku Manajer Kimmkoff Rulyansyah.

Mulai sumbang suara mendapatkan diskon 20%, menunjukkan identitas diri sebesar 20% diskon, bahkan ketika pengunjung melakukan transaksi hingga Rp300 ribu akan diberi hadiah berupa baju kaos.

"Selain itu masih banyak promo lagi. Termasuk ketika ladies night juga kami berikan promo, Batik Day, dan lainnya. Pokoknya kami di sini menerapkan promo setiap harinya," ungkap Ruly.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Stir fried beef tongue hanya Rp45 ribu, iga bakar Rp35 ribu, dan spaghetti chicken patty Rp45 ribu. Sementara itu, cream berry smoothie dan sparkling kiwi squash masing-masing dihargai Rp20 ribu. (M-4)

Komentar