Travelista

Jelajah Laut Jawa, tidak Jemu-Jemu

Sabtu, 13 January 2018 23:46 WIB Penulis: Abdus Syukur/M-1

MI/Abdus Syukur

SAYA mengikuti pelayaran Dream Cruises yang membuka rute pelayaran baru di Indonesia dengan kapal pesiar nan mewah, Genting Dream, pada Desember lalu. Mengarungi Laut Jawa selama 6 hari 5 malam, rute kapal ini dimulai dari Singapura menuju Indonesia melalui Selat Celebes dan bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Selanjutnya, ke Celukan Bawang di Bali Utara dan kembali ke Singapura.

Mulai Januari ini, warga Indonesia yang ingin menikmati Genting Dream yang terdiri atas 19 dek ini tidak harus berangkat dari Singapura. Keberangkatan bisa dilakukan di Tanjung Perak Surabaya.

"Genting Dream beberapa kali ke Indonesia, singgah ke Pulau Komodo dan tempat lainnya. Tapi secara rutin, kami mulai pada 2018, tujuannya Surabaya dan Bali. Karena, permintaan wisatawan untuk minta ke Indonesia memang sangat besar," kata Presiden Dream Cruises, Thatcher Brown, saat Genting Dream merapat di Tanjung Perak, pada 12 Desember lalu.

Brown mengklaim rute baru ini akan mendongkrak industri pariwisata Indonesia. "Kami akan mendukung mempromosikan Indonesia pada para wisatawan asing maupun lokal," imbuh Brown.

Kini ke Indonesia

Pertama kali berlayar pada 16 November 2016, Genting Dream secara reguler berlayar dari Selat Malaka, Kuala Lumpur, Penang, Phuket, dan kini juga Laut Jawa.

Jika wisatawan Indonesia naik dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pelayaran hanya selama 4 hari 3 malam. Sensasi utamanya, luasnya lautan Indonesia serasa tak bertepi. Deburan ombak dan hembusan angin bak simfoni, berpadu ayunan dari hantaman gelombang ke kapal, membuat penumpang dininabobokan.

"Kapalnya oleng-oleng kecil, jadi seperti orang tidur di ayunan. Makin asyik menikmati panorama Indonesia di atas kapal yang berlayar di lautan. Tengok kiri melihat daratan dari kejauhan, tengok kanan menyaksikan luasnya lautan Indonesia yang kaya raya," kata Adi Poetra, salah satu penumpang.

Atraksi susul menyusul

Ada pula aktivitas menunggu matahari terbit maupun tenggelam yang tak pernah menjemukan. Bola merah matahari dan warna cakrawala menimbulkan pendaran menakjubkan di langit, biru, merah hingga menjadi jingga.

Buih-buih ombak yang menghantam pelan pinggiran bawah kapal yang terus melaju dengan santai, pun menciptakan sibakan gelombang kecil. Terlebih jika dijumpai kumpulan ratusan atau ribuan ikan berenang di sekitarnya, menimbulkan kegembiraan bak hidup di negeri dongeng.

"Berwisata seperti ini kayak cerita. Suasana benar-benar nyaman, buihan ombak yang mengayun dan kecipakan ikan di lautan. Persis di dunia fantasi," imbuh Rehan Zouk, penumpang asal Jakarta. Buat menikmati suasana seperti, penumpang harus berada di kabin atau kamar pada pinggiran kapal, atau datang ke balkon dengan tempat duduk yang langsung menghadap ke laut atau ke daratan, untuk bisa menikmatinya sewaktu-waktu.

Golf hingga perpustakaan

Kendati sebagian waktu dihabiskan di kapal, para wisatawan dijamin tak jemu karena kapal sepanjang 335 meter yang bisa mengangkut penumpang sebanyak 4.000 orang dengan kru mencapai 2.000 orang ini, dilengkapi aneka fitur. Buat memuaskan selera, ada 36 restoran yang bisa disambangi, yang di antaranya menyediakan sarapan gratis.

Buat yang hobi olahraga, ada lapangan golf mini hingga tenis meja. Ada pula kolam renang dengan wahana water boom berpeluncur yang menghubungkan dek 19 ke dek 16.

Tak henti, ada pula banyak atraksi permainan hingga pertunjukan musik, silih berganti. Bahkan, buat penyuka buku atau sekedar larut dalam kesunyian sambil membaca, ada perpustakaan hingga salon dan spa. Jangan lupakan juga galeri seni serta toko-toko buat melampiaskan hasrat berbelanja. Ah, hiburan tak berhenti di sini. (M-1)

Komentar