Humaniora

Kampung KB Tekan Kelahiran

Sabtu, 13 January 2018 09:21 WIB Penulis: Thomas Harming Suwarta

ANTARA FOTO/Maulana Surya

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan pembangunan 13 ribu kampung KB pada 2018-2019.

Pembangunan kampung KB sebanyak itu diprioritaskan di daerah-daerah tertinggal di seluruh Indonesia.

"Fokus kita tahun ini ialah membangun kampung KB sebanyak 13 ribu di seluruh Indonesia khususnya di daerah-daerah tertinggal," kata Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Dwi Lystiawardani kepada Media Indonesia di Jakarta, Kamis (11/1).

Menurutnya, pembangunan kampung KB merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menggemakan kembali program Keluarga Berencana yang salah satu sasarannya menekan angka kelahiran yang masih terbilang tinggi.

Dwi menjelaskan, berdasarkan data Unicef, pada Tahun Baru 2018 tercatat ada 386 ribu kelahiran bayi.

Sebanyak 90% bayi yang lahir tersebut berasal dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari jumlah kelahiran itu, Indonesia secara global menyumbang 13.370 kelahiran bayi sehingga menempatkan Indonesia di peringkat kelima terbesar setelah India, Tiongkok, Nigeria, dan Pakistan.

"Kalau memakai ukuran ini, memang (jumlah bayi yang lahir) besar karena jumlah penduduk kita banyak. Ditambah, perempuan dan laki-laki usia subur (di Indonesia) juga banyak sehingga angka kelahiran juga pasti tinggi," kata Dwi.

Dari 386 ribu angka kelahiran pada hari pertama 2018 itu, peringkat pertama penyumbang kelahiran bayi ditempati India dengan angka kelahiran mencapai 69.070.

Tiongkok berada di peringkat kedua dengan jumlah 44.760 bayi, posisi ketiga ditempati oleh Nigeria yang mendapatkan 20.210 kelahiran bayi, dan posisi keempat ditempati Pakistan dengan jumlah 14.910 bayi.

Dwi menambahkan, meski angka kelahiran di Indonesia terbilang tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain, BKKBN memiliki data bahwa kecenderungan kelahiran baru di Indonesia menunjukan penurunan.

Ia merujuk data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 yang memperlihatkan tren kelahiran mengalami penurunan.

Pada 2012 jumlah rata-rata anak yang dilahirkan perempuan Indonesia sebanyak 2,6, sedangkan pada 2017 berkurang menjadi 2,4.

"Itu menunjukkan penurunan walaupun target nasional kita pada 2025 harus mencapai 2,1 anak untuk tiap perempuan," jelas Dwi.

Hindari 4 Terlalu

Ia juga mengatakan, selain menggalakkan pembentukan kampung KB, sepanjang 2018 BKKBN melalui program KB juga melancarkan sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan perencanaan kelahiran.

BKKBN, ujarnya, mengajak masyarakat untuk menghindari '4 Terlalu', yaitu jangan terlalu muda saat menikah, jangan juga terlalu tua, jangan terlalu dekat jarak antaranak yang lahir, dan juga jangan terlalu banyak.

"Kita anjurkan dua anak cukup dengan asumsi mengedepankan program keluarga berkualitas pada semua aspek," pungkas Dwi.

(H-2)

Komentar