KICK ANDY

Diany Pranata Bersatu bukan untuk Bercerai

Sabtu, 13 January 2018 08:00 WIB Penulis: (Wan/M-4)

MI/SUMARYANTO BRONTO

LAHIR dan tumbuh bersama keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dalam menjaga keutuhan keluarga, Diany Pranata semakin memahami arti pernikahan. Tidak hanya itu, ia pun berpengalaman menangani lebih dari 1.000 pernikahan dan berinteraksi dengan ribuan klien dalam usaha wedding organizer (WO) bernama Bella Donna The Wedding Organizer yang didirikannya 17 tahun yang lalu. Menjadi WO membuatnya melihat banyak fenomena dalam dunia perkawinan, termasuk jumlah perceraian yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Data survei menyatakan bahwa 2009 sampai 2016, kenaikan angka perceraian 20%, bahkan di 2015 setiap 1 jam terjadi 40 sidang perceraian atau sekitar 340 ribu gugatan cerai," kata Diany. Karena prihatin dengan keadaan ini, sosok perempuan kelahiran Bandung, 2 November 1970 ini mencoba memberikan ide baru nan segar seputar dunia pernikahan. Ia pun aktif sebagai family and relationship coach. Tak hanya itu, istri Chandra Sugiono ini selalu menghadirkan ide-ide baru dan segar seputar dunia pernikahan yang dituangkan dalam bentuk artikel di sejumlah media, seminar, talk show di TV, dan radio.

Baru-baru ini Diany juga menungkan pengalamannya sebagai ibu rumah tangga, sebagai perintis wedding organizer, melalui beberapa kliennya tentang sakralnya pernikahan ke dalam sebuah buku berjudul Filosofi Kue Pancong. Di buku itu, ia bercerita bagaimana sakralnya sebuah pernikahan dan menjaga nilai-nilai pernikahan demi langgengnya berumah tangga, dengan membawa nilai-nilai dan membawa pesan kuat untuk tidak bercerai. "Menikah bukan sekedar membuat rumah-rumahan, melainkan memiliki tempat tinggal. Menikah pun bukan ajang untuk mengenal pasangan, harusnya dengan pernikahan bisa makin mencintai pasangan dari hari ke hari," kata Diany.

Menurutnya, perceraian tidak hanya melibatkan dua pribadi, tetapi juga keluarga besar. Terlebih anak-anak buah perkawinan sebagai pribadi polos sering kali justru dijadikan sebagai alasan untuk bercerai dengan dalih 'demi kebaikan anak-anak'. Sekarang Diany punya gerakan bernama Gerai atau Gerakan Anticerai. Gerakan ini akan membagikannya dalam bentuk workshop atau seminar yang akan lebih bermanfaat bagi pribadi maupun kelompok seperti komunitas bahkan perusahaan.

Komentar