Ekonomi

Transudara Papua Mulai Layani Masyarakat Tahun Ini

Sabtu, 13 January 2018 04:00 WIB Penulis: Jessica Sihite jessica@mediaindonesia.com

ANTARA FOTO/Spedy Paereng

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan pihaknya akan merilis jalur penerbangan transudara di Papua dan Papua Barat pada tahun ini. Upaya tersebut dilakukan agar penerbangan pada kedua daerah tersebut bisa berjalan lebih lancar dengan aksesibilitas yang lebih terjangkau. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menjelaskan pembuatan trans­udara Papua ditempuh dengan dua hal. Pertama memo­dernisasi peralatan navigasi penerbangan di 109 bandar udara di Papua dan Papua Barat dan kedua menambah sumber daya manusia (SDM) penerbangan yang andal.

“Pada hari ini (kemarin) kami menandai pencanangan trans­udara Papua. Ini sesuai dengan Nawa Cita Presiden, Pak Joko Widodo, bahwa untuk membangun Indonesia harus dimulai dengan membangun dari pinggiran, salah satunya Papua dan Papua Barat yang menjadi prioritas beliau,” ung­kap Agus kepada Media Indonesia, dalam kunjungan kerja di Sentani, Papua, Jumat (12/1). Ia mengatakan Papua dan Papua Barat yang memiliki banyak pegunungan memerlukan tata cara bernavigasi penerbangan yang khusus. Oleh sebab itu, lalu lintas penerbangan ke Pulau Cenderawasih tersebut membutuhkan SDM yang andal dan teknologi yang lebih modern.

Di bidang SDM, menurut Agus, pihaknya telah melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui program beasiswa dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI)/AirNav Indonesia. Sebanyak 11 putra dan putri Papua telah dididik sebagai personel navigasi penerbangan yang selanjutnya akan dipekerjakan sebagai karyawan di Perum LPPNPI/Airnav Indonesia. “Kementerian Perhubungan juga mencetak 16 pilot yang berasal dari tanah Papua dan Papua Barat. Saat ini masih dilakukan rekrutmen sebanyak 12 orang dari tanah Papua untuk dididik sebagai penerbang di Lembaga Pendidikan dan Pelatih­an Kementerian Perhubungan,” ungkap Agus.

Buatan dalam negeri
Selain itu, lanjut Agus, teknologi modern dibutuhkan untuk mendukung transudara Papua. Salah satunya ialah radar sintetis berbasis satelit atau automatic dependent surveillance broadcast (ADS-B) yang diproduksi entitas nasional PT INTI. Teknologi itu akan dipasang di tujuh lokasi di Papua, yaitu Sentani, Wamena, Oksibil, Dekai, Borome, Senggeh, dan Elilim. “ADS-B ini kemudian akan digunakan sebagai pemandu lalu lintas penerbangan,” tutur dia. Senada dengan Agus, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno menambahkan, teknologi ADS-B merupakan buat­an dalam negeri hasil sinergi antar-BUMN, yaitu PT INTI, PT LEN, dan Airnav Indonesia.

“Ini merupakan sinergi antara BUMN, tidak memakan biaya banyak karena lahan BUMN juga. Ini juga bukti BUMN memperhatikan daerah terpencil dan terluar,” tegas Rini saat meresmikan modernisasi layanan navigasi penerbangan di Papua, seperti dikutip dari Antara.
Rini menambahkan, hal tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk menyeimbangkan harga bahan pokok di Indonesia bagian Barat dan Timur. “Seperti diketahui, salah satu sektor terpenting dalam mendistribusikan barang ialah penerbangan karena yang paling di andalkan untuk kondisi geografis seperti Papua,” tuturnya. Rini berharap dengan sinergi antarlini tersebut, transudara di Papua dan Papua Barat dapat menjadi pilar utama bagi penyebaran hasil-hasil pembangunan. (E-3)

Komentar