Ekonomi

Pertamina Hulu Mahakam Perdana Kirim Minyak Mentah

Sabtu, 13 January 2018 03:41 WIB Penulis: (Tes/E-3)

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator di Wilayah Kerja Mahakam per 1 Januari 2018 mulai melaksanakan pengapalan perdana minyak mentah kepada pembeli domestik PT Pertamina (persero) Integrated Supply Chain (ISC) dari Terminal Senipah.
Pjs General Manager PHM John Anis mengatakan pengapalan perdana berupa handil mix crude dengan volume mencapai 150 ribu barel dan menggunakan tanker milik PT Pertamina (persero) MT Gede dengan tujuan Ki­lang Minyak Pertamina Balikpapan (Refinery Unit V).

Pengapalan perdana mi­nyak mentah kepada pembeli domestik itu menunjukkan bahwa alih kelola Wilayah Kerja Mahakam dari Total E&P Indonesie ke PHM berjalan lancar. Dia menambahkan, pe­ngapalan juga wujud dukungan terhadap pemenuh­an kebutuhan energi dalam negeri. “PHM akan mengirimkan seluruh produksi minyak mentah dan kondensat kepada pembeli domestik, PT Pertamina ISC,” ujar John dalam rilisnya, Jumat (12/1). Ia melanjutkan, penyalur­an minyak mentah dan kondensat dari Terminal Senipah ke tanker MT Gede menggunakan fasilitas single buoy mooring (berada sekitar 11 km dari pantai) yang diope­rasikan PT PHM.

Handil mix crude (dari Lapangan Handil) ialah salah satu dari dua jenis mi­nyak mentah yang diproduksi langsung oleh PHM, lainnya ialah bekapai crude oil yang diproduksi dari Lapangan Bekapai. Namun, PHM secara tidak langsung juga memproduksi badak crude oil yang merupakan produk unitisasi dari lapangan Badak yang diope­rasikan Vico Indonesia. Selain minyak mentah, PHM memproduksi kondensat, yakni senipah condensate dan bontang return condensate. Khusus untuk bontang return condensate dan badak crude oil, pengapalan dilaksanakan dari Terminal Santan yang dioperasikan Chevron Indonesia.

Ia melanjutkan sesuai Program Kerja dan Anggaran 2018 untuk Wilayah Kerja Mahakam ditargetkan akan diproduksi 42 ribu barel mi­nyak mentah dan kondensat per hari dan akan di-lifting melalui 68 kali pengapalan dari Terminal Senipah, serta sembilan kali pengapalan dari Terminal Santan. Nantinya, kata John, semua produksi mi­nyak mentah dan kondensat dari WK Mahakam dialokasikan ke kilang-kilang minyak dalam negeri milik PT Pertamina (persero) seperti RU V Balikpapan, dan RU IV Cilacap. “Bontang return condensate dikapalkan ke kilang TPPI Tuban,” John menambahkan. (Tes/E-3)

Komentar