Ekonomi

Askrindo Jamin Risiko Proyek PT PAL

Sabtu, 13 January 2018 03:02 WIB Penulis: (E-1)

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menekankan agar semua badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi bisnis. Hal tersebut bertujuan lini usaha yang digeluti semakin berkembang dan memberi manfaat lebih besar kepada semua stakeholder.
Dalam merespons hal itu, PT Asu­ransi Kredit Indonesia (persero) atau Askrindo dan PT PAL Indonesia (perse­ro) bekerja sama tentang jasa penjaminan pemanfaatan produk asuransi. Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Direktur Utama Askrindo Asmawi Syam dan Direktur Utama PAL Indonesia Budiman Saleh di Graha Askrindo Jakarta, seperti dikutip dari Metrotvnews.com, Jumat (12/1).

Asmawi mengatakan kerja sama itu ialah wujud nyata sinergi BUMN untuk meraih peluang bisnis yang bermanfaat bagi kedua BUMN. “Dalam kerja sama ini, Askrindo mengover penjaminan risiko untuk PT PAL berupa penerbitan surety bond, customs bond, dan beberapa produk Askrindo lainnya selama dua tahun terhitung sejak ditandatangani perjanjian kerja sama ini,” ujar Asmawi. Asmawi memaparkan Askrindo memberikan jaminan risiko mulai dari penawaran, pelaksanaan, uang muka, pembangunan sampai pemeliharaan dari embangunan konstruksi mereka.

“Selain itu, nantinya kita mengover risiko kredit mereka, keperluan impor/ekspor serta penjaminan yang terkait dengan kepabeanan,” papar Asmawi. “Kontrak kerja sama dengan PT PAL Indonesia akan dilaksanakan selama dua tahun dan ditargetkan pada 2018 akan mendapatkan premi sebesar Rp15 miliar dari kerja sama ini,” jelas Asmawi. Diharapkan, Askrindo kelak juga dapat mengover asuransi bagi para pegawai PT PAL Indonesia. “Ke depannya kita akan menawarkan asuransi umum kecelakaan diri ke perusahaan tersebut,” tutupnya.

PT PAL saat ini juga sedang banyak terlibat dalam industri pertahanan. Jelang tutup tahun, BUMN itu telah menyerahkan kapal perang pesanan TNI-AL. PT PAL bekerja sama dengan galangan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) membangun kapal pesanan yang diberi nama I Gusti Ngurah Rai-332. PT PAL juga sedang membidik kebutuhan kapal angkut multiguna (MRSS) untuk negara Malaysia dan Filipina karena kebutuhan kedua negara itu untuk jenis kapal itu sangat mendesak. Selain itu, PT PAL membuat bentang tengah Jembatan Holtekamp yang dikirim ke Jayapura, Papua. (E-1)

Komentar