Nusantara

Pembunuh Satu Keluarga di Medan Divonis Hukuman Mati

Jum'at, 12 January 2018 21:16 WIB Penulis: Puji Santoso

thinkstock

MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara, Jumat (12/1), menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa Andi Matalata alias Andi Lala, 34.

Terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap lima orang dalam satu keluarga di Kelurahan Mabar, Medan. Selain itu, Andi juga pernah membunuh selingkuhan istrinya di Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban dalam amar putusannya menyatakan bahwa terdakwa Andi Lala terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dua pembunuhan yang telah direncanakan terlebih dahulu sesuai Pasal 340 jo Pasal 55 Ayat (1) jo Pasal 65 Ayat (1) KUHPidana dalam dakwaan alternatif ke-1 primer.

"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Andi Matalata alias Andi Lala dengan pidana mati," kata Ketua Majelis Hakim Dominggus Silaban di PN Medan, Sumut, Jumat petang.

Selain Andi Lala, dua terdakwa lain yang membantunya melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Mabar, dijatuhi hukuman masing-masing 20 tahun penjara. Keduanya ialah Andi Syahputra alias Andi Keleng dan Roni Anggara yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 340 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menjatuhkan pidana kepada kedua terdakwa dengan hukuman masing-masing 20 tahun penjara," sambung Dominggus.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan tidak mendengar penyesalan maupun permintaan maaf dari para terdakwa. Majelis menilai tidak ada hal yang meringankan perbuatan para terdakwa.

Sementara yang memberatkan, perbuatan para terdakwa telah mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan seorang lainnya dalam keadaan luka berat.

"Tidak hanya orang dewasa, tetapi juga terdapat korban anak. Bahkan, ada korban KN mengalami luka berat dan kehilangan seluruh keluarganya," ungkap majelis hakim saat membacakan putusan terhadap Roni Anggara dan Andi Syahputra.

Majelis hakim kemudian memberi kesempatan kepada ketiga terdakwa untuk memikirkan langkah hukum yang akan diambil menyikapi putusan itu. JPU juga diberi kesempatan yang sama.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kadlan Sinaga, meminta agar Andi Lala dijatuhi hukuman mati, Roni Anggara dijatuhi hukuman seumur hidup, dan Andi Syahputra dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Terdakwa Andi Lala pun tak kuasa menahan air matanya setelah vonis mati dijatuhkan. Dia mengaku menyesal.

"Mohon maaf Pak Hakim, saya menyesal," ujarnya sambil menangis.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Andi Lala telah melakukan pembunuhan terhadap Suherwan alias Iwan Kakek di rumahnya di Jalan Pembangunan II Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, pada 12 Juli 2015 lalu sekitar pukul 20.30 WIB.

Pembunuhan ini berlatar belakang dendam dan sakit hati karena korban dituduh telah berbuat tidak senonoh terhadap istri terdakwa bernama Reni Safitri.

Saat melakukan aksinya, terdakwa Andi Lala menghabisi nyawa Iwan Kakek dengan alu lesung kayu yang sudah dia siapkan. Jasad Suherman dan sepeda motornya kemudian dibuang ke simpang Jalan Desa Pagar Jati Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Dalam kasus tersebut, Reni, istri terdakwa telah dijatuhi hukuman 9 tahun penjara, sedangkan Irfan dijatuhkan hukuman 11 tahun penjara. Keduanya dianggap membantu Andi Lala dalam membunuh Iwan Kakek.

Sementara pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Jalan Mangaan, Mabar, terjadi pada Minggu, 9 April 2017. Lima orang tewas dan balita berusia 4 tahun terluka parah. Dalam aksinya, Andi Lala menggunakan besi padat sepanjang 60 sentimeter dengan berat 11 kilogram yang sudah disiapkan.

Akibat kejadian tersebut, korban tewas yaitu pasangan suami istri, Rianto, 40, dan Sri Ariyani, 40, kedua anak mereka, Syifa Fadilah Naya, 13, dan Gilang Laksono, 8, serta ibu dari Sri Ariani, Sumarni, 60. Sedangkan putri bungsu pasangan Rianto dan Sri Ariani, KN, 4, mengalami luka berat.

Dalam dakwaan disebutkan, Andi Lala dendam karena Rianto tidak kunjung memberikan sabu meskipun dia sudah memberikan uang sebesar Rp5 juta untuk membeli narkotika pada Maret 2017. Kemudian pada Sabtu 8 April 2017, Andi Lala bersama keponakannya, Roni Anggara, dan temannya, Andi Syahputra, mendatangi kediaman Rianto di Jalan Mangaan, Mabar, Medan.

Dia kemudian mengajak Rianto bergantian mengisap sabu. Saat giliran Rianto mengisap sabu, Andi Lala menghantamkan besi padat yang telah disiapkannya ke kepala korban dengan sekuat tenaga. (OL-2)

Komentar