Olahraga

Rebut Etape Keenam, Sainz Pangkas Jarak

Sabtu, 13 January 2018 02:40 WIB Penulis: (AFP/R-2)

AFP PHOTO / Franck FIFE

JUARA dunia reli dua kali asal Spanyol, Carlos Sainz yang memperkuat tim Peugeot, mampu memangkas jarak dengan rekan setimnya, Stephane Peterhansel, yang masih memimpin klasemen umum kategori mobil Reli Dakar 2018. Di etape keenam kemarin, Sains mampu menjadi yang tercepat, mengungguli Peterhansel. Etape keenam yang berlangsung dari Arequipa, Peru, menuju La Paz, Bolivia, dengan lintasan khusus sejauh 313 kilometer, diselesaikan Sainz dengan waktu 2 jam 53 menit 30 detik. Ia unggul 4 menit 6 detik atas Peterhansel yang finis di posisi kedua.

Catatan waktu di etape keenam membuat Peterhansel total membukukan waktu 16 jam 25 menit 2 detik, unggul 27 menit 10 detik atas Sainz yang berada di posisi kedua klasemen umum. Posisi ketiga ditempati pereli tim Toyota Gazoo Racing asal Belanda Bernhard Ten Brinke dengan waktu 17 jam 45 menit 43 detik. “Lintasan dan navigasi untuk etape ini sebenarnya lebih mudah dibanding etape sebelumnya. Masalah utama adalah ketinggian lokasi lomba bagi pereli dan mesin. Mesin mobil kehilangan tenaga dan kami juga kehilangan konsentrasi,” ungkap Peterhansel.

Di Bolivia, yang terletak di dataran tinggi, tipisnya kadar oksigen memang menjadi masalah bagi pereli. Selain itu, kadar oksigen yang tipis memengaruhi performa mesin kendaraan. “Bagi saya etape keenam menjadi transisi. Kami tidak mau ambil risiko dan hanya ingin finis di Bolivia dengan posisi yang bagus,” imbuhnya. Di kategori sepeda motor, pembalap Prancis Antoine Meo menjadi yang terbaik, disusul pembalap Argentina Kevin Benavides di posisi dua. Posisi tiga etape keenam diraih pemain Australia, Toby Price. Walau hanya finis di posisi kedua, Benavides masih memimpin klasemen umum dengan total waktu 16 jam 33 menit 20 detik. Ia unggul tipis 1 menit 57 detik atas pembalap Prancis Adrien Van Beveren yang berada di posisi kedua.

Etape keenam Reli Dakar 2018 diwarnai protes pengunjuk rasa di La Paz. “Yang kami inginkan rumah sakit. Bukan Reli Dakar,” teriak pengunjuk rasa. Dalam aksinya, para peng­unjuk rasa melempari mobil panitia yang melintas. Massa juga mencemooh peserta kategori sepeda motor saat melintas di jalanan kota La Paz. Polisi bahkan harus menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa. Di La Paz, para peserta disambut langsung oleh Presiden Bolivia Evo Morales dan Wakil Presiden Alvaro Garcia .(AFP/R-2)

Komentar