Nusantara

Pemkab Klungkung Ubah Sampah Jadi Energi Alternatif

Jum'at, 12 January 2018 20:56 WIB Penulis:

Ist

MELALUI Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2016, pemerintah menetapkan percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah menggunakan teknologi proses thermal incinerator atau pembakaran.

Sebagai upaya mempercepat pengembangan sampah menjadi energi, Pemerintah Kabupaten Klungkung bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta berhasil mengubah sampah menjadi energi alternatif. Program ini diberi nama Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan merupakan yang pertama di Bali.

Peresmian program TOSS dihadiri langsung oleh Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dan General Manager (GM) Indonesia Power, Igan Subawa Putra, di Desa Pikat, Klungkung, Bali, Jumat (12/1).

Suwirta optimistis program TOSS akan mengurangi pencemaran lingkungan dan bermanfaat karena menjadi bahan baku untuk energi alternatif.

"Program ini penting untuk dikembangkan karena dapat menyelesaikan masalah sampah di Klungkung. Polusi, bau, pemandangan tak sedap yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah bisa dihilangkan, bahkan diolah menjadi listrik," jelas Suwirta.

Bupati pun yakin bahwa program tersebut dapat menjadi sumber ekonomi kreatif yang baru.

"Program ini memiliki 2 metode, yaitu peuyeumisasi dan briketisasi. Peuyeumisasi adalah teknik mengubah sampah menjadi gas menggunakan alat bioactivator, kemudian gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar menggerakkan generator untuk memproduksi listrik. Sementara briketisasi adalah teknik mengubah sampah menjadi bahan bakar briket, kemudian briket tersebut dapat dijual kepada pihak Indonesia Power," papar Suwirta.

Bupati menjamin produk briket yang dihasilkan tidak akan menimbulkan aroma tidak sedap pada makanan yang dimasak.

"Jika SOP-nya benar, maka saya berani jamin dalam waktu 3 hari bau sampah akan hilang, dan briket tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak. Dengan demikian program TOSS ini bernilai ekonomis dan juga ramah lingkungan," terangnya.

Suwirta berharap setiap desa dapat mengolah sampahnya menjadi briket dan listrik.

"Klungkung adalah kabupaten pertama di Bali yang menggunakan metode ini, ke depan saya harap seluruh desa akan mengolah sampahnya menjadi listrik dan briket yang bernilai ekonomis. Saya akan menghadirkan mesin dengan kapasitas lebih besar dan area yang diperluas. Dengan demikian program TOSS ini merupakan solusi terbaik untuk penanganan masalah sampah dan mencegah pencemaran lingkungan di Kabupaten Klungkung," katanya.

Sementara itu, GM Indonesia Power, Igan Subawa Putra, menyambut positif program ini. Melalui program ini Klungkung akan mampu menghasilkan listrik kerakyatan.

“Untuk mendukung rencana pemerintah meratakan kelistrikan dengan program 35 ribu Megawatt (MW), kami optimistis program ini dapat mereduksi hingga 32 ton sampah dan merubahnya menjadi listrik hingga 5 MW. Jika konsisten, saya yakin bahwa permasalahan sampah di Klungkung akan bisa teratasi melalui program TOSS Gema Santi ini," kata dia. (OL-2)

Komentar