Pilkada

Tetap Kampanye meski Hadapi Kotak Kosong

Jum'at, 12 January 2018 09:33 WIB Penulis: Abdus Syukur

MI/ABDUS SYUKUR

PASANGAN tunggal calon Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, Jawa Timur, M Irsyad Yusuf-Mujib Imron mengaku tetap memanfaatkan masa kampanye untuk menyerap aspirasi masyarakat.

"Melawan bumbung kosong bukan berarti tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) telah selesai. Kami akan memanfaatkan masa kampanye untuk sosialisasi terutama agar tingkat partisipasi pemilih yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) tetap tinggi," kata Irsyad.

Selain itu, lanjut dia, masa kampanye akan dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sebagai umpan balik bagi pasangan calon tunggal dan seluruh partai pendukung untuk membangun daerah.

"Masa kampanye akan saya manfaatkan untuk sosialisasi dan menyerap aspirasi masyarakat. Saya akan cuti sejak 15 Februari hingga 23 Juni," tandas Bupati Pasuruan petahana itu.

Pasangan Irsyad-Mujib didukung seluruh partai politik yang mendapat kursi di DPRD Kabupaten Pasuruan.

Mereka ialah PKB, Partai NasDem, Partai Golkar, PKS, Partai Gerindra, PDIP, Partai Hanura, PPP, dan Partai Demokrat. Pasangan itu mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Pasuruan pada Rabu (12/1).

Keberadaan calon tunggal diakomodasi dalam Undang-Undang No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Calon tunggal harus mendapatkan lebih dari 50% suara untuk bisa terpilih.

Dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Suardi Mardua menjelaskan pilkada yang diikuti calon tunggal melawan kotak kosong juga punya kecenderungan terjadi politik uang untuk mengupayakan perolehan suara di atas 50%.

"Tugasnya kita sebagai Panwas fokus terhadap upaya memobilisasi partisipasi pemilih tetap besar," katanya.

Namun, dia mengakui, calon tunggal menghilangkan kerawanan dari sisi benturan antarpendukung.

Di Enrekang, hanya ada pasangan calon bupati petahana Muslimin Bando yang menggandeng kader Partai NasDem M Asman.

Wakil Bupati Enrekang M Amiruddin batal maju lantaran tidak bisa memenuhi syarat minimal lima kursi DPRD partai pengusung.

Ia hanya didukung PKS yang memiliki dua kursi dan PBB (1).

"Yah, mau bagaimana lagi? Partai yang kita harap memilih yang lain," jawab Amiruddin.

Perpanjang pendaftaran

Pilkada Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, sejauh ini hanya diikuti pasangan petahana Ridho Yahya dan Andriansyah Fikri.

Ketua KPU Sumsel Aspahani menuturkan secara keseluruhan di Sumsel terdapat 39 pasangan calon yang mendaftar untuk pilkada tingkat provinsi dan sembilan kabupaten/kota di Sumsel.

"Terdapat 39 pasangan calon termasuk calon independen," ungkapnya.

Hanya saja, untuk Prabumulih, kata Aspahani, hanya ada satu pasangan calon.

"Prabumulih berkemungkinan diikuti oleh pasangan tunggal karena semua partai mendukung satu nama," kata dia.

Karena itu, lanjut dia, masa pendaftaran di Prabumulih diperpanjang hingga 13 Januari.

"Dibuka pendaftaran kembali selama tiga hari ke depan dimulai hari ini. Kita masih menunggu jika ada yang ingin mendaftar," ungkapnya.

Jika tetap tidak ada yang mendaftar, lanjut dia, tahapan pilkada berlanjut.

"Tetap berlanjut jika tidak ada yang daftar. Tahapan pilkada juga terus berjalan," kata dia.

Ridho Yahya mengaku tidak khawatir jika harus melawan kotak kosong pada Pilkada 2018.

"Lebih baik apa adanya. Kita tidak takut lawan kotak kosong. Lebih baik begitu ketimbang membohongi masyarakat." (LN/DW/N-1)

Komentar