Pilkada

Medan Laga Utama di Jawa

Jum'at, 12 January 2018 09:27 WIB Penulis: MI

ANTARA/Fikri Yusuf

PEMILIHAN gubernur di tiga provinsi di Pulau Jawa pada Pilkada serentak 2018 bakal menjadi medan laga utama. Menurut Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Firman Noor, kemenangan di pilgub Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur bakal turut menentukan peta politik pada Pilpres 2019.

“Ada fakta sejarah yang menunjukkan bahwa Jawa ialah kunci. Pada Pemilu 1955, misalnya, dari 15 distrik hampir semuanya dimenangi Partai Masyumi. Namun, PNI ialah partai dengan suara terbesar karena menang di beberapa distrik (daerah pemilihan) di Jawa,” ujar Firman dalam diskusi di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kemenangan di Jawa penting bagi parpol. Pertama, mayoritas pemilih nasional atau sekitar 50% berada di Pulau Jawa. Kedua, pilgub di Jawa bakal jadi ajang memanaskan mesin partai dan mematangkan jaringan untuk memenangi Pilpres 2019.

“Ketiga, efek kemenangan itu akan menimbulkan percaya diri menghadapi Pemilu 2019. Terakhir, investasi politik. Dengan kemenangan di Jawa, akan terbentuk triple alliance antara birokasi, parpol, dan pengusaha yang bisa dimanfaatkan pada pilpres,” jelas Firman.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan tiga pilgub di Jawa bakal menjadi pertaruh­an politik bagi Presiden Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi bakal turut turun tangan untuk memastikan kemenangan kandidat-kandidat yang didukungnya secara pribadi.

“Apabila jagoan di Jabar, Jateng, dan Jatim kalah, itu jadi lampu kuning buat Pak Jokowi. Soalnya di Banten dan DKI sudah kalah,” ujar Yandri.

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate membantah anggapan itu. Menurut Johnny, tidak ada kaitannya koalisi di pemerintahan dengan koalisi partai di Pilkada serentak 2018. “Yang tanda tangan (calon gubernur) itu kan ketua partai dan sekjen, bukan Presiden. Jangan berpolitik gatal di kaki, garuk di kepalalah,” cetusnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi juga menga­kui ada korelasi antara kemenangan di Jawa dan peluang menang di pilpres. Hanya, menurutnya, kepentingan pragmatis lebih diutamakan parpol-parpol dalam mengusung cagub di tiga provinsi tersebut. (Deo/X-8)

Komentar