Internasional

Untuk Menangi Pemilu Putin Janji Naikkan Upah

Jum'at, 12 January 2018 13:45 WIB Penulis:

AFP/ALEXEY DRUZHININ

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin tengah berusaha memenangi masa jabatan keempat.

Menurut rencana, pemilihan presiden (pilpres) bakal digelar pada Maret 2018.

Untuk mengalahkan rivalnya, Putin mengumbar janji menaikkan upah minimum pada tahun ini.

Jika hal itu terealisasi, sekitar empat juta warga Rusia akan diuntungkan.

Saat berbicara kepada para pekerja sebuah pabrik di Tver, bagian barat laut Moskow, Putin mengatakan kenaikan upah yang direncanakan diberlalukan kepada para pekerja yang saat ini menerima upah minimum.

Hal itu, lanjutnya, akan terjadi pada Mei 2018 atau lebih cepat ketimbang yang telah direncanakan sebelumnya.

"Seseorang perlu mendapatkan setidaknya ketetapan rezeki dan memiliki kesempatan untuk hidup sesuai upah yang lebih layak. Namun, jika ada yang berpikir masalahnya bukan hal itu (soal gaji), itu tidak normal," kata Putin yang diperkirakan kembali menang dalam pemilihan pada 18 Maret nanti.

Karena itu, kata Putin, dia mengusulkan agar kenaikan upah minimum yang baru mulai diberlakukan pada 1 Mei tahun ini.

Saat ini upah minimum di Rusia ialah sebesar 9.489 rubel per bulan atau sekitar US$166.

Sementara itu, level garis kemiskinan yang ditetapkan berada di posisi 11.163 rubel per bulan atau US$196.

"Perubahan ini akan berdampak kepada sekitar empat juta orang," tambahnya.

Sebelumnya, dalam sebuah kunjungan, Putin juga mengatakan akan mengkaji lebih dalam untuk mempercepat pembangunan jembatan di Sungai Volga.

Di kesempatan itu, pekerja mengejutkan Putin karena secara tiba-tiba menawarkan bantuan dalam kampanye kepresidenannya.

"Saya tidak berharap begitu. Terima kasih banyak," kata Putin kepada pekerja tersebut.

Sebagai informasi, di Rusia, pekerja-pekerja pabrik tradisional digambarkan sebagai inti basis pendukung Putin.

Saat ini perekonomian negara itu mendapatkan pukulan keras akibat penurunan harga minyak mentah dunia.

Tidak hanya itu, dalam beberapa tahun belakangan, negara-negara Barat memberlakukan sanksi terhadap Rusia sehingga perekonomian negara itu semakin tertekan.

Meski begitu, Rusia mengklaim ekonomi mereka telah keluar dari resesi.

Namun, hal itu tidak diikuti peningkatan kualitas hidup warganya.

Menurut data lembaga statistik negara bagian yang dirilis bulan lalu, pendapatan riil Rusia pada tahun lalu turun sebesar 1,4%.

Data lainnya menyebutkan lebih dari 20,3 juta penduduk Rusia hidup dalam belenggu kemiskinan. (AFP/Arv/I-4)

Komentar