Ekonomi

Awal Tahun ini, Kegiatan Usaha Diprediksi kembali Bergairah

Jum'at, 12 January 2018 11:30 WIB Penulis:

Dok MI/Galih Pradipta

BANK Indonesia memperkirakan kegiatan dunia usaha akan meningkat pada kuartal I 2018, di antaranya karena meningkatnya penggunaan tenaga kerja dan kontribusi dari derasnya investasi jika dibandingkan dengan kuartal IV 2017.

Dalam publikasi Survei Kegiatan Dunia Usaha BI yang dilansir, kemarin, disebutkan, meningkatnya kegiatan dunia usaha di kuartal I tahun ini terlihat dari komponen saldo bersih tertimbang (SBT) kegiatan usaha yang meningkat menjadi 13,96%.

'Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terjadi pada seluruh sektor, terutama sektor keuangan, realestat dan jasa perusahaan, dan industri pengolahan. Peningkatan kinerja industri pengolahan pada triwulan I 2018 juga terindikasi dari purchasing managers index-SKDU yang berada pada fase ekspansi sebesar 51,95%', tulis hasil survei BI.

Pada kuartal IV tahun lalu, kegiatan dunia usaha melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Hal itu tecermin dari SBT yang turun dari 14,32% menjadi 7,4%.

Perlambatan tersebut terutama disebabkan penurunan pada kegiatan usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan, akibat faktor musiman dan tidak kondusifnya cuaca.

Di samping itu, menurut BI, perlambatan kegiatan usaha pada triwulan IV 2017 juga disebabkan menurunnya kegiatan usaha sektor industri pengolahan yang mencatat SBT minus 0,12%, lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,76%.

Dari sisi tenaga kerja, hasil survei mencatat SBT jumlah tenaga kerja kuartal IV 2017 terkontraksi sebesar minus 0,89%, turun dari SBT 0,13% pada kuartal III 2017.

Belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan laporan tahunan Bank Dunia soal kemudahan investasi 2018 yang bertajuk Reforming to Create Jobs, memacu pemerintah terus memperbaiki iklim usaha untuk meningkatkan investasi, terutama dari sektor swasta.

Menurut Menkeu, investasi yang ditanamkan sektor swasta amat penting untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang diselenggarakan Metro TV, belum lama ini, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani memastikan pemilu tahun ini tidak memengaruhi ruang gerak pengusaha.

"Pertumbuhan ekonomi meningkat meski di tahun politik karena dipicu tren membaiknya ekonomi dunia dan harga komoditas," ujarnya. (Tes/E-2)

Komentar