Nusantara

Hujan Lagi, Bencana pun Datang

Jum'at, 12 January 2018 03:44 WIB Penulis: (LD/MG/RS/MR/BB/N-2)

MI/DEDE SUSIANTI

HUJAN deras memicu terjadinya gerakan tanah di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kamis (11/1), 123 keluarga yang terdiri atas 435 jiwa di Desa Bantar dan Suwidak, Kecamatan Wanayasa, terpaksa diungsikan karena rumah mereka terancam ambruk akibat tanah bergerak. “Tanah bergerak masih terus terjadi, dipicu turunnya hujan deras. Mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat,” kata Kepala Plh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara Arif Rahman. BPBD, lanjut dia, sudah memberikan bantuan logistik untuk para korban. Mereka meminta warga lebih waspada di musim hujan ini.

Di Banyumas, tiga rumah di Dusun Pamrihan, Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwajati, roboh diterjang tanah longsor. “Tanah longsor terjadi akibat hujan deras. Ketiga rumah berada di dekat perbukitan,” kata koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Banyumas, Kusworo.
Hujan membuat Kali Kamoning di Sampang, Jawa Timur, meluap. Empat desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sampang tergenang banjir. “Banjir juga memutus jalur utama dan melumpuhkan aktivitas perekonomian. Dua pasar ditutup karena air tidak juga surut,” kata Kepala BPBD Sampang Anang Djoenaedi.
BPBD juga sudah menyiapkan perahu karet untuk membantu warga mengungsi. Perahu juga digunakan untuk mengirim bantuan makanan ke lokasi banjir. Objek wisata air terjun Tegenungan di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, juga terdampak tingginya curah hujan. Air terjun meluap sehingga sejumlah fasilitas wisata terbawa arus, termasuk warung-warung yang ada. “Sudah sepekan ini, air terjun meluap. Padahal, setiap hari biasanya objek wisata ini dikunjungi 2.000-3.000 warga,” keluh Kepala Banjar Tegenungan, Gusti Made Raka.

Gangguan juga terjadi di jalan utama penghubung Kabupaten Pidie-Aceh Barat. Hujan yang terus turun membuat tebing di pinggir jalan utama itu rontok di sejumlah titik. “Jika malam hari, mobil barang dan minibus tidak ada yang berani jalan dan memilih bermalam di tengah rimba karena takut longsor. Sudah puluhan titik badan yang longsor tergerus hujan,” ujar Sulaiman, warga Pidie.

Di Sukabumi, Jawa Barat, pemkab bersiap mencegah banjir dengan melakukan normalisasi aliran sungai ­Bihbul di Kecamatan Bantargadung. Aliran sungai ini sudah mengalami sedimentasi yang tinggi sehingga memicu banjir saat turun hujan.
“Kondisi sungai sudah ­dangkal sehingga harus dikeruk untuk mengantisipasi banjir bandang,” sebut staf BPBD Yana Rusyana. (LD/MG/RS/MR/BB/N-2)

Komentar