Nusantara

Ombak Tinggi, 8 Kapal dan Jukung Tenggelam

Jum'at, 12 January 2018 03:31 WIB Penulis: (AS/LD/RF/PO/PT/YH/N-2)

thinkstock

SEJUMLAH perairan di Tanah Air dilanda gelombang tinggi, Kamis (11/1). Di pantura Jawa Tengah, nelayan memilih tidak melaut. Akibatnya, tempat pelelangan ikan di Tegal, Semarang, Jepara, Pati, dan Rembang lumpuh dan sepi. Di perairan itu tinggi gelombang mencapai 2,5 ­meter. “Tidak ada aktivitas pele-langan ikan di TPI karena tidak ada nelayan yang berangkat melaut karena gelombang tinggi,” ujar Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang, Rembang, Suyono. Di perairan yang sama, lima kapal nelayan dari Kota Semarang dan tiga jukung dari Tegal tenggelam karena hantaman gelombang tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. “Kami siaga penuh di pantai. Kami khawatir gelombang tinggi membuat kapal yang pulang menghadapi masalah di tengah lautan,” kata koordinator humas Basarnas Jawa Tengah, Zulhawary Agustianto.

Di pantai selatan atau Sa-mudra Hindia, ombak mencapai ketinggian 5 meter dengan kecepatan angin hingga 30 knot. “Kami sudah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi. Selain ombak dan angin, ada potensi hujan deras dan banyak petir,” ungkap pengamat cuaca BMKG Cilacap, Deas Achmad Rivai. Tidak hanya di perairan Jawa, cuaca tak bersahabat juga melanda perairan Bangka Belitung. Ombak tinggi dan angin kencang terjadi di perairan utara Bangka dan Selat Karimata. “Gelombang mencapai 3-5 meter. Sangat berbahaya untuk kapal nelayan kecil,” papar staf analisis BMKG Pangkalpinang, Rizki Adzani.

Armada pelayanan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, juga lumpuh akibat gelombang setinggi 3,5 meter. “Seluruh jadwal pemberangkatan kapal dihentikan sementara, menunggu cuaca kembali normal,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Fery Kupang, Burhan Zahim. Pelayaran yang ditutup di antaranya Kupang-Rote, Kupang-Aimere, Kupang-Larantuka, dan Kupang-Kalabahi. Seluruh armada yang tidak beroperasi diselamatkan di perairan Pulau Semau, 5 mil di bagian barat Kupang.

Masih di NTT, gelombang pasang dan tanah longsor melanda Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata. Jalan utama di pesisir selatan itu nyaris putus setelah diterjang gelombang pasang dan banjir. “Longsoran sudah mulai menutupi ruas jalan utama,” ungkap Camat Wulandoni, Raimundus Assan. (AS/LD/RF/PO/PT/YH/N-2)

Komentar