Ekonomi

Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Sudah Banyak Dibahas

Kamis, 11 January 2018 14:33 WIB Penulis: MICOM

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa penenggelaman kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia sudah banyak dibahas, sehingga tidak perlu diragukan lagi oleh berbagai pihak.

"Saya sejak dulu sudah banyak menjelaskan dari awal sampai akhir.
Penenggelaman kapal sudah banyak dibahas," kata Menteri Susi dalam jumpa
pers di Jakarta, Kamis (11/1).

Menteri Susi juga mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo juga telah
menjelaskan mengenai tindakan penenggelaman terhadap kapal pencuri ikan
yang ditangkap aparat.

Menteri Kelautan dan Perikanan dalam sejumlah akun media sosial miliknya
pada Selasa (9/1) juga menyatakan bahwa penenggelaman kapal pencuri ikan
sudah sesuai dengan UU Perikanan No 45/2009.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (10/1) mengemukakan bahwa kebijakan penenggelaman kapal asing yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia merupakan upaya penegakan hukum.

"Kita tidak main-main dengan 'illegal fishing', terhadap pencurian ikan tidak main-main. Oleh sebab itu yang paling seram ya ditenggelamkan," ujar
Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan untuk memberikan
efek jera bagi para pelanggar hukum di bidang perikanan tangkap.

Namun di tengah upaya tegas Menteri Susi, ada opini lain dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan tidak ada lagi penenggelaman kapal pada 2018 karena pemerintah
ingin fokus pada upaya peningkatan produksi perikanan.

"Perikanan sudah diberitahu tidak ada penenggelaman kapal lagi. Ini perintah, cukuplah itu, sekarang kita fokus bagaimana meningkatkan produksi supaya ekspor kita meningkat," katanya seusai rapat koordinasi dengan empat
menteri di bawah koordinasi Kemenko Kemaritiman di Kantor Kemenko
Kemaritiman Jakarta, Senin (8/1).

Menurut Luhut penenggelaman kapal sudah cukup dilakukan sehingga saat
ini pemerintah seharusnya fokus meningkatkan produksi agar ekspor juga bisa
meningkat.

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan bahwa perintah tersebut telah disampaikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang hadir dalam rapat koordinasi itu. "Tidak ada respons. Ini perintah. Dari kita, tidak ada penenggelaman-penenggelaman. Cukuplah itu," ujarnya.

Ada pun terhadap kapal-kapal yang melanggar, lanjut Luhut, akan dilakukan
penyitaan. Penenggelaman, kata dia, juga bukan tidak mungkin dilakukan
karena akan diberikan sebagai sanksi atas pelanggaran khusus.(Ant/OL-3)

Komentar