Selebritas

Anindya Putri Belajar Tata Krama Lagi

Rabu, 10 January 2018 00:02 WIB Penulis: Dhika Kusuma Winata dhika@mediaindonesia.com

MI/ARDI

PUTRI Indonesia 2015 Anindya Putri, 25, terkenal sebagai perempuan yang gemar dengan aktivitas yang memacu adrenalin. Ia kerap memamerkan kegiatan olahraga ekstrem di media sosial miliknya. Seperti menunggangi jetski, menyelam di bawah laut, mendaki gunung, dan mengendarai motor gede alias moge.

Namun, dalam film Sultan Agung: Takhta, Perjuangan, dan Cinta besutan sutradara Hanung Bramantyo, Anindya bakal memerankan karakter yang 180 derajat berbeda dari kesehariannya. Ia didapuk melakoni sosok Ratu Batang, istri dari Sultan Agung Hanyokrokusumo. Peran sebagai ratu bukan lakon yang main-main. Pasalnya, Anindya harus belajar menjadi sosok yang anggun dan lemah lembut.

"Saya akan membawakan diri secara anggun sebagai ratu. Jadi ini seperti belajar mengontrol diri. Belajar untuk memerankan karakter yang tenang dan halus. Walaupun saya orang Jawa, masalahnya saya orang yang pecicilan juga. Film ini akan membuat saya lebih halus," tutur perempuan asal Semarang itu saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.

Anindya mengakui dirinya banyak mempelajari kembali budaya Jawa karena proyek film tersebut. Terutama soal bahasa dan tata krama. Pasalnya, sebagian bahasa yang akan ditampilkan dalam film juga menggunakan bahasa Jawa selain bahasa Indonesia. Meski berasal dari keluarga Jawa, Anindya mengatakan bahasa Jawa sehari-hari yang kerap ia pakai ialah Jawa ngoko bukan bahasa khas keraton."Aku bisa bahasa Jawa, saged. Cuma kan bahasa Jawa ngoko yang sehari-hari saya pakai sama kanca-kanca (teman-teman) berbeda dengan bahasa Jawa keraton sehingga harus penyesuaian lagi. Di Jakarta, biasanya ngomongnya bahasa Indonesia, kecuali bertemu dengan teman-teman orang Jawa, baru ngomongnya bahasa Jawa, Piye kabarmu rek?," selorohnya
.
Menurutnya, belajar bahasa Jawa tinggi seperti krama inggil punya tingkat kesulitan tersendiri, khususnya pelafalan kata. Terlebih ia selama ini tidak terbiasa menggunakannya. "Kalau yang kromo inggil tahu artinya, cuma pengucapannya harus belajar juga. Misalnya kata dhahar atau pundi, 'dha' dan 'ndi' itu diucapkannya berbeda dengan bahasa ngoko. Saya harus belajar pelafalannya dan itu menantang buat saya," imbuh perempuan lulusan Universitas Diponegoro Semarang itu.

Selain itu, ia juga mempelajari tata krama ala keraton seperti cara berjalan. Itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi Anindya yang memiliki tinggi badan sekitar 176 cm. Ia mengaku banyak belajar dari pendiri Mustika Ratu, Mooryati Soedibyo, produser film Sultan Agung.
"Jalannya kan harus duduk. Terlebih kaki ku panjang. Terus pake jarik to. Biasane aku nganggo clana soale. Dolananne motor, olahraga. Jadi sekarang harus belajar lebih halus. Pakai rok mesti alon-alon," ucap wakil Indonesia dalam ajang Miss Universe 2015 dan meraih posisi 15 besar itu. Film Sultan Agung diproduksi Mooryati Soedibyo Cinema. Menurut rencana, film tersebut akan selesai tahun ini. (H-5)

Komentar