Megapolitan

Wujudkan Mimpi Geneva di Jakarta

Selasa, 9 January 2018 09:49 WIB Penulis: Yanurisa Ananta

Petugas PPSU Kelurahan Sunter membersihkan sampah di tepi Danau Sunter, Jakarta Utara, Jumat (5/1)---MI/Ramdani

TIDAK berlebihan bila kondisi Danau Geneva (Lake Geneva/Lac Leman) di Swiss, dengan Danau Sunter ibarat langit bumi. Selain berbeda luasnya, kebersihan dan keindahannya juga beda 180 derajat. Danau Geneva luasnya 580 km persegi, setara dengan Danau Toba, Sumatra Utara, sedangkan Danau Sunter Timur hanya 1 km atau 2,5 km bila digabung dengan Danau Sunter Barat.

Dari sisi keindahan, Menteri Susi mengacungkan dua jempol tangannya untuk Danau Geneva. Terinspirasi sebuah momen makan siang di danau itu, Susi bermimpi Danau Sunter bisa punya keindahan dan kebersihan serupa. Lantaran itu, dia menantang Pemprov DKI membenahinya.

Kondisi keduanya tampak jomplang. Di Danau Geneva, angsa-angsa di air yang tenang menambah pesona. Di sekitar danau, terhampar Parc de la Chataigneraie dan bangunan antik dari Chateau de Ripaille. Keduanya merupakan kastil dengan hamparan kebun anggur.

Kembali ke Danau Sunter Timur, hiburanyang ditawarkan, di antaranya puluhan rumah makan seafood. Pengunjung bak di pinggir pantai. Minuman es kelapa bisa jadi salah satu pilihan. Anak-anak bisa naik perahu berbentuk bebek untuk berkeliling sana.

Sedangkan untuk orang dewasa tersedia pemancingan harian di pinggir danau. Ada area khusus untuk ikan mas dan ikan bawal, dibatasi bambu-bambu sehingga membentuk berupa ruang air. Di sana ditebar beragam jenis ikan setiap harinya. Untuk seharian penuh, pengunjung membayar Rp40 ribu untuk ikan mas dan Rp60 ribu untuk ikan bawal.

“Di sini lebih banyak kesempatan buat dapat ikannya. Sebenarnya bisa saja mancing di danau bebas. Cuma kesempatan dapat ikannya lebih sedikit,” ujar Iksan, usai memancing.

Trotoar Danau Sunter Timur pun masih jauh bila disandingkan dengan trotoar Danau Geneva. Motor-motor terparkir di bahu jalan. Pedagang minuman ringan memenuhi trotoar. Ada juga penjual jaring ikan berwarna-warni. Trotoar pun hanya selebar 1,5 meter tanpa yellow line.

Terkait dengan perbedaan ini, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Teguh Hendrawan beralasan kedisiplinan warga Jakarta dan Geneva jauh berbeda. Di Jakarta, kesadaran membuang sampah pada tempatnya itu minim.

Dinas SDA DKI sudah membenahi Danau Sunter sejak 2016. Sheetpile sudah dipasang di Danau Sunter Barat. Danau itu juga sudah dikeruk. Untuk menjadikannya seperti danau di Geneva, Dinas Sumber Daya Air tinggal melakukan penjernihan air.

“Namanya filterisasi untuk penjernihan air karena hal paling mendasar di Jakarta itu pastinya terkait dengan masalah sampah. Belum lagi limbah industri yang dibuang di sana,” kata Teguh. (J-3)

Komentar