Pesona

Keindahan Rangkaian Chemical Lace

Ahad, 7 January 2018 04:01 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari

DOK BRAMANTA

BEGITU rumit dan cantik, demikian koleksi busana pengantin terbaru karya Bramanta Wijaya. Diperagakan di Jakarta, Rabu (20/12), busananya seperti disusun dari rangkaian ribuan bunga-bunga kecil. Menyeluruh dari pundak hingga kaki.

Nyatanya rangkaian bunga itu bukan dibuat dengan teknik bordir melainkan merupakan material chemical lace (brokat tanpa dasar). Di tangan Bramanta, brokat itu tampil makin mewah dengan sematan mutiara ataupun dengan tambahan aksen bulu dan tassle yang sangat kental dengan gaya glamor klasik Hollywood.

Nuansa vintage didukung pula dengan potongan dan siluet busananya, contohnya adalah penggunaan cape yang juga dibuat dengan material serupa. Bramanta juga banyak menggunakan potongan bias.

Kepada Media Indonesia, Jumat (22/12) Bramanta mengungkapkan memang terinspirasi dari gaya tahun 1930. Namun, ia tak lantas meninggalkan begitu saja tren di 2016. Ia ingin menghadirkan sesuatu yang sederhana namun tidak biasa, sesuatu yang klasik, namun tidak tua.

"Karena itu saya memasukkan motif garis ataupun geometris," jelasnya. Penggunaan tabrak motif sendiri, bukan kali pertama dilakukan, tetapi baru kali ini yang terlihat jelas.

Sementara potongan bias dipilih sebagai siasat menggunakan bahan chemical lace. "Tantangannya lebih pada pemanfaatan lace yang tidak memiliki dasar, tidak bisa memotong sembarangan. Karena itu, semua koleksi memiliki potongan bias mulai dari rok, juga gaun. Total ada 18 set busana," tambahnya. Bramanta Wijaya mengatakan koleksinya merupakan busana pernikahan yang lebih privat dan intim.

Bertemakan Faithfully, Bramanta ingin mengajak kaum perempuan menikmati keindahan mimpi, kenangan bahagia, dan lamunan akan kecantikan.

Penggunaan hiasan-hiasan, kata Bram, merupakan pelampiasan akan kesenangannya bereksperimen. Sebelumnya, Bram bisa bermain bordir saja pada setiap karya rancangnya. Hal itu pun dilakukan dengan bantuan mesin, namun kini ia ingin lebih banyak menampilkan bubuhan hiasan yang tidak biasa seperti bulu burung unta tersebut.

"Saya juga bisa membuat sesuatu yang lebih personal, akan ditawarkan terlebih dahulu kepada klien tentang keinginan akan suatu motif. Kalau tidak ada motif tertentu, ya saya akan kerjakan sesuai dengan ide sendiri," tukasnya.

Peringatan Enam Tahun Berkarya

Presentasi karya rancang Faithfully ini merupakan bentuk syukur Bramanta yang genap enam tahun berkiprah sebagai perancang. Diawali dengan mimpi, menurutnya, karier tersebut bisa berjalan karena dijalani dengan penuh kepercayaan akan kuasa Sang Pencipta.

Ia pun mantap dengan pilihan segmentasi pasarnya.

"Segmentasi untuk karya saya itu biasanya pesta pernikahan yang intim, tak banyak undangan, dan dihadirkan dalam suasana romantis seperti bertempat di Bali," tukasnya.

Meskipun pasar karyanya sudah jelas, yaitu pernikahan yang biasanya diselenggrakan di Bali. Namun, Bram tidak memungkiri bahwa rancangannya bisa juga dikenakan pada acara-acara semi maupun nonformal. Hanya tinggal mengganti warna, koleksinya bisa jadi lebih wearable.(M-3)

Komentar