Hiburan

Keluarga Cemara di Layar Lebar

Sabtu, 6 January 2018 23:01 WIB Penulis: FD/M-4

DOK. MEDCOM.ID/PURBA

MASIH ingat serial Keluarga Cemara? Serial televisi yang fenomenal pada 1996 itu menjadi teladan dan menghibur masyarakat Indonesia kala itu. Kini serial yang mendapatkan Panasonic Gobel Award itu diangkat ke layar lebar.

Keluarga Cemara itu menceritakan keluaga kecil yang jatuh miskin. Abah (Adi Kurdi) pantang menyerah menafkahi keluarga hingga menarik becak dan Emak (Novia Kolopaking) berjualan opak. Mereka memiliki tiga anak, Euis yang diperankan Ceria Hade, Ara (Anisa Fujianti), dan Agil (Pudji Lestari). Di balik keterpurukan itu, mereka tetap bisa menjaga keharmonisan keluarga.

Sinetron yang diangkat dari cerita bersambung yang ditulis Arswendo ini dinilai sukses menceritakan dinamika dan mengangkat nilai kekeluargaan yang tinggi. Aksi para pemain dalam 412 episode itu memberikan kesan mendalam bagi penontonnya.

Dalam versi layar lebar yang akan mulai digarap 7 Januari 2018 itu, terdapat penyesuaian. Latar belakang cerita dan permasalahannya akan lebih kekinian dan relevan dengan keluarga masa kini. Pemainnya pun terdiri atas sejumlah pemain kenamaan zaman milenial. Di antaranya Ringgo Agus Rahman yang dipercaya menjadi abah, Nirina Zubir menjadi Emak, Zara JKT48 memerankan Euis, Widuri Sasono menjadi Ara, Yasamin Jasam memerankan Cemara, Maudy Koesnaedi selaku Tante Pressier, Kafin Sulthan, dan Asri Welas menjadi Ceu Salmah. Sayangnya pemain yang memainkan sosok Agil masih dirahasiakan.

Produser dan penulis skenario, Gina S Noer, mengatakan awalnya kesulitan dalam memilih siapa aktor dan aktris yang cocok berperan dalam filmnya. Pasalnya Keluarga Cemara relevan dengan keluarga masa kini.

"Ini menjadi latar belakang terpilihnya aktor-aktor baru maupun yang sudah berpengalaman. Ringgo dan Nirina dipilih karena mereka aktor dan aktris yang cerdas. Mereka sering memberikan masukan untuk penulisan skenario. Makanya enggak sabar untuk memulai syuting dan melihat masukan magic, apalagi yang bisa diberikan Ringgo dan Nirina," katanya.

Setahun

Gina menambahkan, proses pengembangan dan penulisan naskah yang mencapai draf ke-7 membutuhkan waktu setahun. Bahkan proyek itu telah diawali sejak dua tahun lalu.

"Sangat penting untuk kami menempatkan Keluarga Cemara menjadi kisah keluarga modern dengan tantangan zaman yang relevan bagi penonton Indonesia kini. Karena itu, kami berharap para pemain yang kami pilih bisa menjadi ikon baru keluarga Indonesia tanpa melupakan nilai klasik karakter di serialnya," terangnya.

Anggia Kharisma selaku produser yang sebelumnya memproduksi Filosofi Kopi mengaku bahagia dengan bergabung tokoh anak-anak seperti Zara dan Widuri untuk menghidupkan film Keluarga Cemara dengan tingkah dan pola mereka. Perasaan yang sama juga dirasakan sang sutradara Yandy Laurens yang sukses dengan film Wan An dan webseries Sore. "Karakter Euis dan Ara sangat ikonis dan telah menjadi bagian dari kenangan kolektif serta merebut hati jutaan penonton Indonesia pada masanya. Kami memotret kehangatan hubungan mereka sebagai saudara untuk menyapa para penontonnya yang kini lintas generasi," sebut Anggia.

Film ini menjadi debut Yandy sebagai sutradara layar lebar. Ia mengaku tertantang membuat film yang fenomenal itu. "Sebenarnya yang menjadi kekuatan para pemain ialah dedikasi dan keinginan yang mereka yang kuat untuk menciptakan harmoni satu sama lain. Pada akhirnya menyenangkan dan kolaborasi ini menjadi proses penciptaan karakter itu sendiri dan bagaimana merasakannya sekali lagi," pungkasnya.

Film Keluarga Cemara akan diproduksi Visinema dengan investasi dana dari Ideosource, perusahaan modal ventura yang mulai merambah industri film. Andi Budiman dan Pandu Birantoro menjadi produser eksekutif untuk Ideosource.

Komentar