Kesehatan

Perempuan Hamil Hati-Hati Gunakan Toilet

Rabu, 3 January 2018 04:15 WIB Penulis: (Pro/H-2)

THINKSTOCK

TOILET merupakan salah satu tempat terbaik pertumbuhan bakteri patogen (jahat). Semakin basah dan banyak yang menggunakan, semakin pesat dan cepat pula bakteri berkembang biak. Bagi ibu hamil yang imunitasnya cenderung menurun, banyaknya bakteri patogen di toilet mengancam kesehatan mereka dengan skala yang jauh lebih tinggi. "Bakteri paling sering ada di daerah lembap. Dalam aktivitas di toilet yang tidak higienis, bakteri sangat mudah masuk ke tubuh, khususnya perempuan, lewat vagina," ujar Triani, dalam diskusi di showroom perlengkapan kamar mandi American Standard di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, berbagai bakteri yang masuk, mulai ecoli, salmonella, dan jenis lainnya, bila masuk ke tubuh dapat menimbulkan penyakit serius. Yang paling banyak dialami ialah infeksi salurah kemih. "Ibu hamil selain memang dipengaruhi imunitas, risiko terkena bakteri meningkat juga karena umumnya perempuan hamil akan lebih sering buang air kecil, pengaruh perubahan dalam tubuh," ujar Triani. Bila terjadi infeksi saluran kemih akibat masuknya bakteri patogen, penderita akan mengalami beberapa gejala seperti sangat sering buang air kecil, rasa perih dan panas pada saluran kemih, rasa sakit pada perut bagian bawah, hingga urine yang bercampur darah.

Pada pasien umum yang tidak sedang hamil, hal itu akan dapat lebih mudah diobati dengan terapi antibiotik. "Tetapi pada ibu hamil, infeksi saluran kemih dampaknya lebih berbahaya karena bisa menyebabkan kontraksi dini, kelahiran prematur, hingga keguguran," kata Triani.

Selain itu, bila tidak segera ditangani, bakteri juga bisa menyerang ke dalam organ yang lebih jauh dari saluran kemih. Misalnya, ginjal. Pada kondisi yang sudah sangat parah, bakteri bisa masuk dan merusak ginjal secara permanen.
Untuk menghindari hal itu, Triani mengatakan, sangat penting bagi setiap perempuan hamil untuk memastikan kehigienisan kondisi toilet yang akan digunakan. Diutamakan menggunakan toilet yang kering dan tidak lembap. Selain itu, juga sangat disarankan untuk selalu membersihkan dudukan toilet sebelum digunakan, terlebih toilet umum.

"Untuk membersihkan area vagina, sangat disarankan menggunakan air ketimbang hanya mengenakan tisu untuk mengusir bakteri dan selalu akhiri dalam kondisi kering. Bila semua itu selalu dilakukan, potensi masuknya bakteri dapat dihindari," ujarnya. (Pro/H-2)

Komentar