Kesehatan

Kolesterol Tinggi Kerap tidak Bergejala

Rabu, 3 January 2018 04:02 WIB Penulis: (*/H-3)

DOK. KALBE

ORANG dengan kolesterol tinggi berisiko dua kli lipat lebih tinggi untuk terserang penyakit jantung dan stroke. Yang kerap menjebak, kolesterol tinggi tidak memiliki gejala spesifik sehingga terabaikan. Karena itu, pemeriksaan kadar kolesterol perlu dilakukan secara rutin.
"Sering disebut kolesterol tinggi tandanya kaku dan pegal di leher. Tapi sebenarnya, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala. Kecuali kalau kadarnya sangat tinggi, bisa bisa menimbulkan endapan lemak di mata. Jadi, kita memang perlu periksa kadar kolesterol berkala, juga tekanan darah, dan kadar gula untuk pencegahan serangan jantung dan stroke," papar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Siska Suridanda Danny SpJP, pada kampanye Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol yang diselenggarakan Kalbe Nutritionals di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke organ jantung tersumbat. Sumbatan itu terjadi karena penumpukan plak yang dibentuk sejumlah substansi utamanya kolesterol.
"Plak yang seperti bisul itu bisa pecah. Ketika pecah, mekanisme tubuh otomatis membentuk bekuan darah untuk menutup luka itu. Tapi karena pembuluh sudah sedemikian sempit, bekuan darah yang terbentuk menyumbat pembuluh darah, terjadilah serangan jantung," kata dokter dari RS Jantung dan pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, itu.

Hal senada dikatakan Ketua Yayasan Jantung Indonesia Prof dr Budhi Setianto, SpJP(K). Menurut dia, ada empat faktor risiko utama penyakit jantung koroner, yakni kebiasaan merokok, diabetes melitus atau kadar gula darah tinggi, hipertensi, dan kolesterol tinggi. "Keempatnya perlu kita waspadai," ujarnya.

Atur pola makan
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh, antara lain untuk pembentukan hormon dan pertumbuhan jaringan saraf. Namun, bila kadarnya berlebihan akan berbahaya. Kadar kolesterol dalam darah tergolong tinggi bila nilainya 200-239 mg/dL.
Salah satu penyebabnya ialah konsumsi makanan berkolesterol tinggi, seperti kuning telur ayam, otak sapi, telur burung puyuh, jeroan kambing, dan gorengan. "Karenanya, pengaturan pola makan menjadi bagian penting dalam mengendalikan kolesterol," kata salah satu konsultan dalam kampanye Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol 2017, dr Vito A Damay SpJP.

Pada kesempatan sama, Donny Bambang Iryanto selaku Senior Brand Manager Nutrive Benecol menjelaskan fungsi produk Nutrive Benecol dalam membantu menurunkan kadar kolesterol.
"Nutrive Benecol mengandung plant stanol ester, senyawa dari tumbuhan yang menyerupai kolesterol. Kesamaan bentuk molekul antara plant stanol ester dan kolesterol, menjadikan proses penyerapan kolesterol oleh usus berkurang karena tergantikan oleh plant stanol ester," papar dia tentang produk yang populer dengan tagline cara enak turunkan kolesterol itu.

Ia menambahkan, dalam 70 lebih uji klinis, plant stanol ester terbukti mampu menurunkan kolesterol hingga 10%-17% jika dikonsumsi rutin selama 2-3 minggu. (*/H-3)

Komentar