Properti

Harga Rumah FLPP di Bali Naik 5%

Selasa, 2 January 2018 08:20 WIB Penulis:

ANTARA /AKBAR NUGROHO GUMAY

HARGA rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di Bali naik 5% mulai Januari 2018, dari Rp141,7 juta menjadi Rp148,5 juta.

“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) sudah menyetujui kenaikan 5% setiap tahun,” kata Ketua Real Estat Indonesia (REI) Bali Pande Agus Permana Widura, di Denpasar, Sabtu (30/12).

REI Bali menargetkan kenaikan 5% itu mulai berlaku pada 6 Januari 2018 bagi para pembeli baru. Menurut Pande, kenaikan tersebut menyesuaikan dengan harga lahan dan harga bahan bangunan yang juga meningkat.

Saat ini, kata dia, REI Bali tengah menyosialisasikan kepada pengembang dan masyarakat terkait dengan kenaikan harga rumah subsidi skema FLPP itu. Bahkan, katanya, REI Bali juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian PUPera untuk harga FLPP 2019 yang diproyeksikan mencapai Rp195 juta.

Pande mengungkapkan harga tersebut harga ideal untuk rumah subsidi di Bali mengingat harga lahan yang tinggi dan belum semua kabupaten di Bali memiliki harga lahan yang terjangkau. “Saya khawatir minat pengembang sediakan FLPP karena margin mereka semakin lama semakin tergerus. Kami ingin sediakan rumah murah tapi dari swasta juga butuh margin,” ucapnya. Selama ini pembangunan FLPP di Bali baru bisa terlaksana di Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem yang harga rumah subsidi Rp141,7 juta dengan target pembangunan mencapai 5.000 unit.

Pande mengaku saat ini baru terealisasi kurang dari 3.500 unit dengan realisasi paling banyak di Kabupaten Buleleng. Untuk mendongkrak program rumah subsidi di Bali termasuk menggairahkan sektor properti, REI berencana mengadakan pameran dengan promo menarik pada 2018 sebanyak tiga kali dalam setahun.

Ketua Panitia REI Bali Expo 2017 Gede Semadi Putra mengatakan rencananya tersebut digulirkan melihat animo masyarakat memiliki rumah masih tinggi. Hal itu terbukti dengan penjualan rumah ketika pameran mencapai 80% dari target 125 unit rumah dengan harga rumah berkisar Rp148 juta untuk rumah subsidi hingga Rp700 juta untuk nonsubsidi. (Ant/S-1)

Komentar