Hiburan

Kegalauan Juki dan Misi Penyelamatan Bumi

Ahad, 31 December 2017 19:30 WIB Penulis: Ferdian Ananda Majni

DOK. FALCON PICTURES

SECARA keseluruhan, fi lm Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir bercerita tentang sosok Juki yang berada pada puncak ketenarannya sebagai selebritas. Ia bahkan memiliki program sendiri di salah satu stasiun televisi. Meski begitu, pribadi Juki tetaplah sebagaimana aslinya, laki-laki supercuek, usil, tidak tahu malu, dan menyebalkan. Namun, sesuai arti namanya yang berarti "juru hoki", ia selalu beruntung.

Di tengah ketenarannya kini Juki merasa tidak puas karena dirinya mainstream. Juki lalu bertindak aneh dengan mengkritik tajam programnya sendiri dan berbalik dibenci pengemarnya. Juki pun kehilangan pekerjaan. Dimensi cerita film ini makin beragam dengan latar Indonesia yang sedang terancam jatuhnya meteor yang berpotensi menelan korban sangat banyak. Untuk meminimalkan korban, seorang ilmuwan muda berbakat bernama Erin teringat dengan sosok pemuda yang memilik banyak pengemar, yang tidak lain ialah Juki.

Erin (disuarakan Bunga Citra Lestari) meminta Juki untuk membantunya memobilisasi massa guna mendesak keputusan John Bramm, Kepala Badan Antariksa Seluruh Indonesia, mengubah keputusan soal menerbangkan pesawat ulang-alik untuk menghancurkan Asteroid. Dibantu Paman Juned (Indro Warkop) yang merupakan Profesor Anti-Antariksa dan teman-temannya, Juki berusaha untuk menyelamatkan Indonesia dengan menghancurkan meteor tersebut. Aksi Juki menyelamatkan bumi inilah yang menjadi kekuatan aksi yang ditawarkan di film ini, yang tentunya dilengkapi dengan segala kekonyolan sang tokoh utama tersebut.

Agak sulit dicerna

Kisah Si Juki bermula dari komik strip yang dibuat pada 2011. Dimunculkan oleh Faza Ibnu Ubaidillah atau Faza Meonk di komik online berjudul DKV4. Disambut antusias penikmatnya, komit itu kemudian diterbitkan dalam bentuk fisik dengan judul Ngampus!

buka-bukaan- aib mahasiswa dengan Si Juki karakter utamanya. Dalam bentuk fi lm ini, kekuatan dialog Si Juki memang menghibur selayaknya di komik. Sayang, perpaduan guyon satir dan lelucon antimainstream tampaknya hanya mudah dicerna untuk kalangan dewasa.

Istilah-istilah ilmiah yang banyak diselipkan dalam dialog, tidak disertai dengan penjelasan sederhana sehingga akan sulit dicerna anak-anak yang sebenarnya merupakan kelompok penggemar komik Si Juki. Dari segi animasi, fi lm Si Juki harus diakui begitu kaku meski tidak dalam kategori buruk. Selain itu, perpindahan dari sebuah adegan ke adegan lainnya terkadang terasa cepat dan kasar. Meski begitu, background yang dihadirkan berhasil menutupi kekurang an-kekurangan dalam film berdurasi 90 menit itu. Meski begitu, film yang diproduksi Falcon Pictures ini mendapat sambutan penonton yang cukup baik. Film yang diputar mulai 28 Desember ini mengumpulkan 155 ribu penonton di hari kedua. Faza Meonk yang juga menjadi sutradara menuturkan memilih format 2D agar tak terlalu jauh dari versi komiknya. "Saya memilih format 2D karena tidak ingin terlalu jauh dengan versi komiknya," kata dia kepada Antaranews beberapa waktu lalu. Hal senada diungkapkan Animator Director Si Juki the Movie, Daryl Wilson.

"Orang-orang sudah mengenal Si Juki itu bentuknya 2D dari komik. Style gambarnya spesial. Kita mau menghibur pembaca. Makanya teknik animasinya kita pilih 2D," kata Wilson. Dia mengungkapkan fi lm ini melibatkan tim produksi lebih dari 100 orang, termasuk pengisi suara, story board artist, karakter desain, visual artis, sutradara dan lainnya. "Kalau melihat dari tim produksinya saja, yang akan terlibat kurang lebih 100 orang. Tantangannya, justru dari ekspresi Juki karena dia punya keunikan karakter sendiri, matanya selalu melirik ke kiri dan kanan," kata dia. (M-3)

Komentar