Otomotif

Pasar Mobil Seken dalam Tekanan

Kamis, 28 December 2017 11:00 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

ANTARA/ZABUR KARURU

SEPANJANG 2017, kondisi pasar mobil bekas di dalam negeri tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Suplai mobil baru berbiaya murah yang digelontorkan agen pemegang merek (APM) tahun ini ikut ambil bagian dalam menekan pasar mobil bekas sehingga pertumbuhannya cenderung stagnan.

Hal itu disampaikan Chief Operating Officer of Mobil88 Halomoan Fischer saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Menurutnya, kehadiran mobil keluaran terbaru APM yang dijual dengan harga relatif murah memang membuat masyarakat mempunyai banyak pilihan.

Namun, di sisi lain, itu memberikan tekanan terhadap pasar mobil bekas.

"Karena harga jual yang tidak terlalu jauh bedanya sehingga pilihan di masyarakat itu ingin beli mobil baru dengan harga murah atau mobil bekas dengan harga yang hampir sama. Jadi, kalau dirasakan, ya, tidak terlalu berbeda jauh dengan kondisi sebelumnya," kata Fischer.

Sepanjang tahun ini, Mobil88 sudah menjual sekitar 18 ribu mobil dari berbagai jaringan yang dimiliki.

Jumlah tersebut, menurut Fischer, tidak berbeda jauh dengan pencapaian tahun lalu.

Meski demikian, secara umum, Fischer mengakui pasar mobil bekas nasional terlihat melesu ketimbang tahun lalu.

Untuk 2018, Fischer optimistis pasar mobil bekas akan membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang terjaga.

Mobil di segmen low multi-purpose vehicle (LMPV), menurut Fischer, akan menjadi model yang dominan di pasar mobil bekas nasional seperti sebelumnya.

Stagnasi juga dirasakan pemilik showroom skala kecil. Salah satunya ialah PKM Auto di Bekasi, Jawa Barat.

Ridho Andri widiyanto, salah satu pemilik PKM Auto, mengatakan penjualan mobil di showroom-nya yang mampu menampung enam mobil itu cenderung adem ayem.

"Kondisinya hampir sama seperti tahun lalu. Bulan-bulan tertentu seperti Lebaran ramai pembeli. Kadang juga sepi. Bulan ini saja baru satu mobil yang laku," katanya.

Ia menambahkan, hingga bulan ini, showroom-nya sudah menjual tidak kurang dari 50 mobil sepanjang 2017.

Itu tidak berbeda jauh dengan capaian penjualan tahun lalu, yaitu 60 mobil.

Senada, Dendy, pemilik showroom KIM Motor di AXC Bursa Mobil Summarecon, Bekasi Barat, Jawa Barat, mengemukakan penjualan mobil bekas di akhir tahun ini tidak sebaik periode serupa pada 2016.

"Penjualan Desember lebih bagus kalau dibandingkan dengan November, tapi kalau dibandingkan dengan Desember 2016, penjualan akhir tahun ini menurun sekitar 30%," kata Dendy seperti dilansir Metrotvnews.com, pekan lalu.

Hal itu terlihat dari menurunnya jumlah calon pembeli yang bertandang ke showroom-nya.

"Biasanya dalam sebulan kami bisa menjual minimal 25 unit. Tapi untuk sekarang dalam sebulan paling banyak hanya 10 unit dan itu pun sulit," lanjutnya.

Penjualan mobil masih didominasi dari jenis hatchback/city car seperti Honda Jazz dan Toyota Yaris yang menyumbang sekitar 40% dan SUV seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero berkontribusi sekitar 60%.

"Semoga saja menjelang akhir tahun penjualan lebih baik daripada sekarang," harapnya.

Beriklan

Pasar mobil bekas kini juga mulai memasuki digitalisasi dengan maraknya platform penjualan mobil secara daring maupun beriklan di media daring.

"Dulu, untuk menggenjot penjualan mobil bekas, saya pasang iklan di koran yang berkuasa di daerah saya. Nah, kalau sekarang, tidak ngefek," kata Ketua Bursa Mobil Surabaya Yusak Hindiarto Jayanata.

Situs OLX, misalnya, mengklaim ada sekitar 150 ribu orang menjual mobil bekas setiap bulan.

Lewat situs jual beli itu pula, calon pembeli bisa langsung membandingkan mobil-mobil incaran tanpa harus mendatangi diler satu per satu.

Sementara itu, Fischer menilai platform tersebut hanyalah sebagai media beriklan yang akhirnya juga mengharuskan pembeli datang langsung untuk melihat kondisi fisik mobil sebelum memutuskan membeli.

"Tapi lewat internet justru banyak iklan sampah karena mobil sudah diiklankan dalam jangka waktu tertentu masih ada di situ. Kan bisa saja mobilnya sudah terjual," tandas Fischer. (S-2)

Komentar