Properti

Realisasi PSR Tahun Depan Lebih Cepat

Selasa, 26 December 2017 10:30 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

MI/Agung Sastro

REALISASI Program Sejuta Rumah (PSR) tahun depan diprediksi akan lebih cepat. Hal itu menyusul telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama operasi (PKO) antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan 40 bank pelaksana kredit pemilikan rumah (KPR) sejahtera fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan di Jakarta, Jumat (21/12).

Salah satu bank peserta PKO tersebut ialah Bank Tabungan Negara (BTN) yang akan kembali menggunakan skema FLPP di samping skema subsidi selisih bunga (SSB) yang diperuntukkan KPR subsidi dengan sasaran utamanya ialah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tahun ini skema KPR FLPP di BTN disetop karena pemerintah memotong dana FLPP.

“Kita ikut skema FLPP dan SSB karena kita masih membutuhkan jumlah yang banyak masih ada backlog. Dana yang disiapkan pemerintah juga semakin besar, otomatis kita siapkan semua cara. KPR ini kan jangka waktu panjang. Kita kembali ke FLPP supaya bisa sustain dan beri kenyamanan,” kata Direktur Utama BTN Maryono di Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/12).

Pemerintah menyiapkan dana FLPP sebesar Rp4,5 triliun tahun depan yang terdiri dari Rp2,2 triliun anggaran Kementerian PU-Pera, sementara sisanya berasal dari optimalisasi pengembalian pokok. Proses PKO yang dipercepat dengan lebih banyak bank yang ikut serta juga diprediksi mampu mendongkrak pencapaian PSR tahun depan.

BTN, Maryono mengatakan pula, menargetkan setidaknya bisa menyalurkan pembiayaan untuk program PSR tahun depan hingga 700 ribu unit. Sementara itu, realisasi tahun ini telah mencapai 82% dari target 660 ribu unit. Maryono mengaku optimistis di sisa tahun ini, target masih bisa tercapai.

“Kita akan fokus bagaimana bisa masuk ke program KPR mikro karena 60% dari backlog perumahan kita itu dari segmen kelas menengah ke bawah. Karena itu, untuk mempercepat program PSR kami akan tingkatkan distribusi dan jaringan di daerah.

Idealnya program PSR memang 2 juta-3 juta karena backlog setiap tahun bertambah 400 ribu unit,” ujar Maryono.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PU-Pera Lana Winayanti mengatakan, dengan makin banyaknya bank yang menyalurkan subsidi, akses masyarakat untuk bisa mendapatkan KPR subsidi baik lewat FLPP maupun SSB semakin besar. Ia memastikan anggaran subsidi sudah cair awal tahun depan sehingga realisasi PSR bisa lebih cepat.

Rumah rakyat

Langkah cepat pemerintah dalam PKO KPR Sejahtera FLPP dan langkah perbankan mempercepat layanan untuk subsidi perumahan disambut baik pihak pengembang. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengapresiasi langkah PKO yang dilakukan lebih awal sehingga perbankan bisa segera menyalurkan subsidi FLPP dan SSB di awal tahun.

“Selama ini PKO dengan bank pelaksana dilakukan setelah Januari setiap tahun. Akibatnya perbankan baru dapat menyalurkan subsidi KPR FLPP dan SSB setelahnya. Kondisi tersebut membuat pengembang harus puasa akad kredit 2-4 bulan setelah PKO ditandatangani,” kata Ketua Umum REI Soelaeman Soemaeinata.

Langkah PKO yang dipercepat, lanjut pria yang akrab disapa Eman itu, membuat pengembang akan lebih cepat dalam melakukan pembangunan untuk mendorong PSR tahun depan. Eman mengaku belum bisa memberikan target pasti pembangunan unit PSR tahun depan, tapi ia memastikan akan lebih tinggi daripada target 200 ribu unit tahun ini.

Hingga menjelang tutup tahun, Eman mengungkapkan telah berhasil membangun lebih dari 200 ribu unit rumah untuk PSR. “Angka pastinya nanti akan kami pastikan di Januari karena sekarang pendataan dan laporan masih berlangsung,” tandasnya. (S-4)

Komentar