Otomotif

Saldo e-Toll Tak Cukup, Perlukah Diberi Sanksi?

Senin, 25 December 2017 08:45 WIB Penulis:

ANTARA/WAHYU PUTRO A

KEMACETAN di gerbang-gerbang tol dengan metode transaksi non tunai, biasanya disebabkan karena kendaraan yang tak memiliki saldo cukup di uang elektroniknya. Lalu apakah kondisi ini bakal terus berlangsung dan bahkan kini sudah terjadi motif pencurian kartu fisik uang elektronik itu?

Lebih parah lagi, karena secara tidak sadar antrean di gerbang tol bisa membeludak hanya karena satu mobil yang terhambat karena saldonya tak cukup.

Menurut Vice President Operations Management PT Jasa Marga, Raddy Lukman bahwa antrean di gerbang tol mayoritas disebabkan masyarakat tidak mengecek saldo di kartu uang elektronik yang mereka miliki. Sehingga ketika keluar gerbang tol, saldo mereka tidak mencukupi dan palang tidak terbuka.

"Secara relatif sudah 100 persen, sekitar 98,4 persen, sudah non tunai. 1 persen masih ada tunai karena kasus-kasus, khususnya di gerbang-gerbang yang terintergrasi dan mereka saldo. Pas mereka masuk, kita los saja. Namun pas keluar saldo kurang," beber Raddy Lukman, Sabtu (23/12) di Kantor Pusat Jasa Marga, Taman Mini, Jakarta.

Persoalannya adalah, apakah kondisi tersebut bakal dibiarkan secara terus-menerus? Orang-orang yang saldo uang elektroniknya tak cukup di depan gerbang tol dan berharap pertolongan dari mobil di belakangnya hanya dengan memberikan uang pengganti, rasanya ini takkan menyelesaikan masalah. Bahkan cenderung akan terus-terusan berulang karena tidak ada sanksi khusus yang diberikan kepada mereka.

"Pihak Jasa Marga harusnya memikirkan sanksi bagi mereka yang uang elektronik di kartunya tak cukup untuk membuka gerbang tol. Sanksinya bisa berupa denda 10 kali dari nilai total transaksi di gerbang tol tersebut. Tujuannya agar pengguna jalan tol ini tetap waspada jika uang elektroniknya mulai menipis dan segera melakukan top up sebelum masuk tol," celetuk Mamat, salah satu pengguna jalan tol yang sudah berulang kali terjebak di belakang pengguna tol yang kehabisan dana di kartu e-toll-nya.

Solusi Mamat mungkin akan terlalu ekstrim jika diberlakukan. Tapi jika melihat karakter pengguna jalan bebas hambatan yang cenderung menggampangkan sesuatu, mungkin memang harus ada sanksinya. (Medcom/OL-8)

Komentar