Seni

Seniman Bengkulu Gagas Festival Sastra Asia Tenggara Bertema Soekarno

Ahad, 24 December 2017 14:40 WIB Penulis: Ferdian Ananda Majni

SEJUMLAH seniman Bengkulu menggagas pertemuan sastra level Asia Tenggara. Acara yang dinamakan Festival Sastra Bengkulu direncanakan digelar di Bengkulu pada 2018 mendatang.

"Waktu pastinya sedang kami diskusikan. Harapannya bisa diadakan bertepatan dengan ulang tahun Kota Bengkulu pada akhir Februari 2018. Kami pun sudah melakukan berbagai persiapan," kata Ketua Panitia, Willy Ana, di Jakarta, Sabtu (23/12).

Salah satu persiapan, menurut Willy Ana, mengumpulkan puisi-puisi dari penyair Indonesia dan Asia Tenggara. Mereka diundang untuk menulis puisi bertemakan 'Soekarno, Cinta dan Sastra'.

"Tema itu dipilih karena Soekarno punya sejarah penting dengan Bengkulu. Sang Proklamator pernah diasingkan ke Bengkulu. Di Bengkulu Bung Karno bertemu dengan Fatmawati yang kemudian menjadi istrinya," ujar penyair Bengkulu yang berdomisili di Jakarta tersebut.

Willy Ana menambahkan, kedua tokoh itu punya peran penting dalam kemerdekaan. Bung Karno bersama Mohammad Hatta membaca proklamasi, sementara Fatmawati menjahit bendera.

"Dalam konteks inilah tema festival ini kami angkat untuk memberi inspirasi cinta Tanah Air kepada generasi muda. Sekaligus mempromosikan seni-budaya Bengkulu ke publik lebih luas," sebutnya.

Puisi-puisi dari sastrawan dalam dan luar negeri itu akan dibukukan dan diluncurkan dalam kegiatan festival tersebut. Adapun proses kurasinya ditangani oleh sastrawan nasional, antara lain Ahmadun Yosi Herfanda, Hudan Hidayat, dan Iwan Kurniawan.

Hingga kini, sudah ada puluhan puisi yang masuk dari sastrawan dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antara mereka yang sudah mengirim puisi adalah penyair-penyair terkemuka Indonesia seperti Rida K Liamsi (Pekanbaru), Iyut Fitra (Sumatra Barat), Bertholld Sinaulan (Jakarta), Petra Sastra (Bengkulu) dan lain-lain.

Bagi penyair yang ingin berpartisipasi bisa mengirim tiga puisi sesuai tema di atas lewat email:puisibengkulu@gmail.com paling lambat 15 Januari 2018.

Selain penerbitan buku puisi, acara diwarnai baca puisi, wisata budaya ke rumah Soekarno, Fatmawati, dan lain-lain. Acara lain yang direncanakan adalah pembacaan puisi massal melibatkan ribuan pelajar, sastrawan dalam dan luar negeri yang diiringi musik dol di Pantai Panjang.

"Kami sedang menjajaki kemungkinan untuk memecahkan rekor MURI. Apalagi jika acara itu dapat dibuka oleh salah seorang perwakilan keluarga Bung Karno. Untuk itu, kami sedang berusaha untuk menjalin komunikasi dengan keluarga Sang Proklamator," lanjutnya. (X-12)

Komentar