Travelista

Denfest 2017 Bakal Hebohkan Tahun Baru di Bali

Jum'at, 22 December 2017 22:56 WIB Penulis:

AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA

MENIKMATI keramahan dan kehangatan Pulau Dewata lewat beragam atraksi budaya, wisata kuliner, hingga promo belanja besar, bisa dilakoni di Denpasar Festival (Denfest) 2017.

Ajang yang bakal digelar 28-31 Desember nanti akan menjadi penutup tahun yang meriah. Terlebih lokasinya sangat strategis karena ada di jantung destinasi wisata favorit dunia, di Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali.

Festival ini pun sangat friendly, santai, hangat, dan ramah bagi segala usia juga latar belakang. Namun, Denfest tidak kehilangan pamor dan eksotismenya. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yuniartha Putra menjelaskan, Fasden memiliki banyak atrkasi.

“Akan ada dua panggung hiburan raksasa yang berhadapan. Denfest tahun ini akan digelar kolosal. Semua elemen pun akan ditampilkan. Kami ingin memberikan kesan mendalam kepada wisatawan. Pokonya Denfest 2017 jangan sampai terlewatkan. Tidak lupa juga kami ingin berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Kemenpar (Kementerian Pariwisata) atas semua dukungannya,” jelas pria yang biasa disapa Agung itu dalam siaran persnya di Denpasar, Jumat (22/12).

Menegaskan kekuatan harmoni antar elemen, beragam atraksi dan budaya akan jadi menu penghantar wisatawan menuju Tahun Anjing Tanah pada 2018. Pertunjukan seni dan budaya akan menjadi menu utama. Disajikan lengkap untuk semua generasi, Denfest 2017 akan menampilkan budaya tradisional, kontemporer, hingga modern.

Melengkapi kekuatan budaya, Denfest juga akan menyajikan pameran beragam karya seni dan kerajinan tangan terampil Pulau Dewata. Jangan lewatkan pula beragam parade yang akan ditampilkan dengan nuansa Bali yang kental, seperti ogoh-ogoh.

Nuansa eksotisme Bali pun berlanjut dan ditegaskan dengan beragam peragaan busana. Wisatawan bisa menikmati gairah warna yang ditampilkan beserta detail-detail ornamennya. Ikut mengkampanyekan kekayaan budaya Indonesia, peragaan busana Denfest pun akan memamerkan beragam kain legendaris nusantara, seperti kain endek Bali, songket, dan sulaman tradisional.

Selalu hangat berinteraktif dengan wisatawan, beragam permainan dan lomba pun akan diberikan. Merasakan kegembiraan, wisatawan diharapkan aktif bergembira dengan beragam game yang akan disajikan.

“Denfest 2017 akan terbagi menjadi beberapa zona. Nantinya ada zona untuk anak dan keluarga. Pada zona ini akan menampilkan berbagai workshop permainan tradisional. Kami memberikan workshop layang-layang, melukis kaos, perpustakaan mini, serta panggung pertunjukan anak-anak,” bebernya.

Sembari bergembira sekaligus beradu kreativitas dalam aneka game, wisatawan tidak perlu khawatir akan kelaparan. Sebab, Denfest 2017 menyiapkan bazar kuliner lengkap melalui 100 stand. Semua jenis makanan pun akan disajikan, mulai dari menu lokal ala Bali sampai kuliner yang bercita rasa ke barat-baratan.

Denfest 2017 ini bisa juga digunakan sebagai ajang untuk memuaskan keinginan berbelanja. Wisata belanja kali ini dijamin akan memberikan diskon menarik. “Denfest akan menjadi wisata belanja paling oke. Para seller sudah menyiapkan diskon besar-besaran di sepanjang kawasan Gajah Mada,” tegas Agung.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menambahkan, bahwa sebelum berlabel Denpasar Festival, ajang ini sebenarnya bernama Gajah Mada Town Festival (GMTF) yang kali pertama dihelat 2008.

Digelar setiap tahun dengan memakai distrik Gajah Mada sebagai venue, festival pun berhasil melambungkan pamor GMTF. Sebab, ajang ini mencerminkan karakteristik unik Kota Denpasar sebagai zona multikulturan dan multietnis. Sukses besar dalam debutnya, setahun berikutnya GMTF berganti nama jadi Denfest.

Wanita berhijab itu menyatakan, Denfest 2017 akan menjadi magnet destinasi yang mampu menarik minat wisatawan.

“Konsep Denfest memang luar biasa karena bisa mengakomodir semua kepentingan wisatawan. Bagi wisatawan yang datang dengan keluarganya maka festival ini akan menjadi destinasi yang ideal. Semua anggota keluarga bisa merasakan kegembiraan sesuai dengan zonasi peruntukannya. Dengan konsep seperti ini, kami optimistis Denfest akan mampu mendatangkan banyak wisatawan,” kata Esthy yang didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan Kemenpar Ni Putu Gayatri.

Menjadi pilar penting bagi industri pariwisata Bali, Denfest 2017 ini memasang target kunjungan 50 ribu wisatawan. Meski berharap lebih, Denfest 2017 pun sementara memilih realistis dengan menempatkan target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 20%. Sisanya adalah dominasi wisatawan nusantara yang dipatok sejumlah 80%.

Meski demikian, optimistisme digelembungkan Denfest karena aksesibilitas melalui jalur udara normal. Flight menuju Denpasar memang mengalami penambahan 477 penerbangan tambahan dengan total 80 ribu kursi.

Penambahan penerbangan bisa dicek pada lima maskapai, seperti Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Nam Air, dan Sriwijaya. Mereka siap melakukan koneksi dengan beberapa destinasi di Lombok, Labuan Bajo, Maumere, Waingapu, Makassar, bahkan juga Jakarta plus Surabaya.

Sebagai ilustrasi, maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia total menyiapkan 50.400 kursi tambahan melalui 280 penerbangan. Layanan penambahan ini naik 20% dari tahun lalu. Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menegaskan, Bali selalu siap dalam atraksi, amenitas, dan akses (3A).

“Reaksi cepat memang selalu direspons oleh stakeholder pariwisata di Bali. Mereka memang paling siap soal 3A. Silakan menikmati kemeriahan di Bali yang menjadi salah satu pusat wisata dunia. Jangan lupa posting semua kemeriahan itu di media sosial dengan #PesonaIndonesia dan #WonderfulIndonesia,” tegas Arief. (OL-4)

Komentar