Ekonomi

Bantu Palestina, Indonesia Bebaskan Bea Masuk

Rabu, 20 December 2017 16:44 WIB Penulis: Gabriela Jessica Restiana Sihite

MI/Bagus Suryo

PEMERINTAH Indonesia akan membebaskan bea masuk produk dari Palestina. Kebijakan itu akan berlaku per 1 Januari 2018.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hal tersebut merupakan bentuk dukungan ekonomi dari Indonesia kepada Palestina. Pembebasan bea masuk itu sudah tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara di sela Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Argentina, beberapa waktu lalu.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga meminta agar Palestina bisa bergabung menjadi anggota WTO. "Jadi itu dukungan konkret politik dan ekonomi yang Indonesia berikan kepada Palestina. MoU ini sesuai dengan perintah Pak Presiden Joko Widodo," ucap Enggar saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/12).

Enggar menyebut pada tahap pertama, pembebasan bea masuk akan diberlakukan untuk kurma dan minyak zaitun. Produk-produk tersebut merupakan permintaan dari Palestina.

"Sekarang kita sedang menunggu PMK (peraturan menteri keuangan) bea masuk tersebut," tukasnya.

Sementara itu, Enggar juga meminta Palestina untuk menerapkan kebijakan yang serupa. Pemerintah Indonesia akan meminta produk-produk yang dibutuhkan agar proses ekspor dari Indonesia segera berjalan dan masyarakat Palestina bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari pembebasan bea masuk.

Bila kebijakan tersebut berjalan, kegiatan ekspor dan impor secara langsung antara Indonesia dan Palestina akan menjadi kali yang pertama.

"Selama ini, kegiatan perdagangan kita dengan Palestina melalui Yordania. Tidak ada yang langsung ke Palestina. Makanya, kami mau buka langsung ke mereka supaya masyarakat di sana memperoleh barang dengan harga murah," imbuh Enggar. (OL-3)

Komentar