Nusantara

20 Ribu Personel Amankan Natal di Jawa Tengah

Rabu, 20 December 2017 12:04 WIB Penulis: Akhmad Safuan

MI/Tosiani

MENGAMANKAN Perayaan Natal dan tahun baru di Jawa Tengah (Jateng), Polres Jateng akan menurunkan sebanyak 20 ribu personel baik untuk mengamankan sekitar 2.000 gereja maupun saat arus mudik. Polisi akan menindak tegas kendaraan bak terbuka untuk angkut orang.

Pemantauan Media Indonesia di pantura, Rabu (20/12), arus kendaraan jalur pantura jelang arus mudik liburan Natal dan tahun baru hingga kini masih belum terlihat adanya lonjakan. Jumlah kendaraan yang melintas masih seperti hari biasanya dan diperkirakan akan meningkat pada Sabtu (23/12) bersamaan memasuki liburan.

Beberapa gereja juga mulai dilakukan pembenahan untuk menyambut Natal tahun ini, dari mulai pemasangan hiasan Natal hingga pengaturan jemaat yang akan melakukan misa. Personel pengamanan juga sudah mulai terlihat terutama di gereja-gereja besar.

"Untuk mengamankan mudik liburan Natal dan tahun baru serta peribadatan di 2.000 gereja di Jateng kita akan turunkan anggota sebanyak 20 ribu personil," Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Rabu (20/12).

Puluhan ribu kekuatan yang diturunkan, demikian Condro Kirono, merupakan pasukan gabungan yakni dari Polri sebanyak 11.827 personel, TNI 1.800 personel dan pasukan gabungan dari Pemda serta organisasi lainnya sebanyak 6.000 personel.

Pengamanan yang akab dilakukan, ujar Condro Kirono, meliputi tiga ancaman yang dimungkinkan akan timbul yakni terorisme, kejahatan konvensional dan bencana alam.

"Kita akan tindak tegas ormas yang berani melakukan sweeping," tambahnya.

Kapolda Jateng juga mengingatkan agar para jemaat yang hendak beribadat ke gereja tidak membawa tas untuk mempermudah pengamanan, sehingga diharapkan umat dapat beribadat dengan tenang di gereja-gereja saat Natal nanti.

Sementara terkait dengan pengamanan arus mudik dan lokasi wisata, Condro Kirono mengungkapkan akan menindak semua kendaraan bak terbuka (pickup) yang dipergunakan mengangkut orang. Sebab hal itu berbahaya untuk keselamatan dalam berlalulintas mengingat saat liburan panjang terjadi peningatan arus kendaraan di jalan raya. (OL-6)

Komentar