Humaniora

Waspadai Cuaca Ekstrem di Akhir Tahun

Rabu, 20 December 2017 10:48 WIB Penulis:

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

SEBAGIAN besar wilayah Tanah Air telah memasuki musim hujan. Masyarakat diminta mewaspadai cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang bertepatan dengan liburan Natal dan tahun baru.

"Berdasarkan hasil analisis BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), potensi hujan deras menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 cukup besar. Itu disebabkan suplai massa udara lembab dari Samudra Pasifik dan daratan Asia serta dari Samudra Hindia terakumulasi di wilayah kepulauan Indonesia sehingga sangat intensif penyebab tingginya potensi hujan deras di wilayah Indonesia," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Senin (18/12).

Ia memaparkan hujan sedang-deras menjelang Natal yakni pada 19-23 Desember berpotensi terjadi di wilayah Aceh bagian barat, pesisir selatan Sumatra, Banten, pesisir utara Jawa, Sulawesi Selatan, NTB, dan NTT. Pada 24-26 Desember, hujan sedang-deras berpotensi melanda pesisir selatan Sumatra Utara, Sumatra Barat, NTB, NTT, Sulawesi Tengah, dan Papua bagian tengah.

Menjelang Tahun Baru 2018, yakni kurun waktu 26-31 Desember, kata Dwikora, potensi hujan sedang-deras terjadi di pesisir utara Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Pada awal 2018, konsentrasi hujan sedang-deras bakal terjadi di Aceh, pesisir barat Sumatra, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan NTT.

"Masyarakat agar mewaspadai potensi genangan, banjir, dan longsor bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, terutama di daerah dataran rendah, daerah cekungan, bantaran kali atau sungai, perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan. Waspadai juga potensi hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon, papan reklame, maupun baliho roboh. Jangan berlindung di bawah pohon jika hujan disertai petir," imbuh Dwikorita.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai angin kencang yang bisa mencapai lebih dari 36 kilometer per jam yang berpotensi terjadi di Laut China Selatan, Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Banda, Samudra Hindia bagian selatan, dan NTB. Angin kencang berpengaruh pada terbentuknya gelombang tinggi. Diperkirakan, gelombang laut hingga setinggi 7 meter bakal melanda Laut China Selatan dan Laut Natuna bagian utara. (Dhk/h-2)

Komentar