Nusantara

Bantuan Bencana Tak Merata, 20 Orang Masih Mengungsi Di Mushola

Senin, 18 December 2017 17:30 WIB Penulis: Kristiadi

MI/ADI KRISTIADI

SEBANYAK 20 orang warga Kampung Sukahurip, RT 02 RW 05, Kelurahan Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat masih belum menerima bantuan dari pemerintah Kota Tasikmalaya hingga mereka mengungsi ke sebuah mushola berukuran 3 x 4 meter karena rumah yang ditempatinya roboh diguncang gempa 6,9 skala richter pada Jumat (15/12).

"Kami belum menerima bantuan dari pemerintah daerah berupa beras, selimut, dan makanan hingga banyak warga terpaksa harus mengungsi ke mushola dan lainnya tidur di tenda yang telah disiapkan oleh masyarakat berupa terpal. Sedangkan di kampung ini ada 5 rumah dalam kondisi rusak berat dan tentunya harus dibangun kembali," kata Udin, 47, warga setempat, Senin (18/12).

Udin mengungkapkan, kejadian yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa tetapi saat kejadian pertama semua keluarga menyelamatkan diri tapi gempa kedua merobohkan rumahnya hingga tidak bisa dihuni kembali oleh 6 orang keluarganya.

"Kami berharap agar bantuan dari pemerintah secepatnya dikirimkan dan bantuan tenda juga sampai sekarang tidak ada, tetapi saya baru menerima dari Anton Charlian berupa bahan bangunan, beras dan kebutuhan lainnya. Karena selama ini belum menerima bantuan apa pun dari pemerintah Kota Tasikmalaya sejak gempa terjadi," ujarnya

Sementara itu, mantan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan mengungkapkan pihaknya sangat prihatin bencana yang terjadi di Kota Tasik, Kabupaten Tasik, Ciamis, Banjar, Garut dan Pangandaran serta peran pemerintah daerah harus segera memberikan bantuan kepada korban secepatnya terutama kebutuhan pokok dan bantuan lainnya. Sedangkan yang perlu dilakukan sekarang pemerintah harus memiliki data peta bencana pada zona merah dan kuning agar masyarakat lebih nyaman berada dilokasi yang dibangunnya.

"Yang harus dilakukan pemerintah sekarang ini harus memiliki peta bencana dan juga menyiapkan lahan kosong untuk membangun rumah tipe khusus berupa rumah panggung tahan gempa seperti di Jepang agar bencana tersebut tidak menyebabkan rusak yang semakin parah. Sementara proses rehabilitasi terutama perbaikan sekolah dalam kondisi rusak harus secepatnya dilakukan agar tidak menganggu proses belajar mengajar," paparnya.

Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya biasanya memberikan bantuan kepada rumah dalam kondisi rusak berat senilai Rp20 juta per KK. Sedangkan kondisi kerusakan yang terjadi di 29 kecamatan jumlahnya sangat banyak dan tentunya kerusakan tersebut harus diinterverisir kembali, tetapi dana yang ada melalui biaya tak terduga belum cukup untuk diberikan bagi mereka terutama rusak berat, sedang dan ringan.

"Pemerintah akan membuat proposal terutama meminta bantuan kepada provinsi dan pusat, karena pemerintah juga telah memiliki anggaran dari biaya tak terduga terutama untuk penanggulangan tanggap darurat agar agar pelayanan bagi masyarakat tidak terganggu. Sedangkan sekarang ini petugas dari PUPR masih melakukan penghitungan kerugian dan tentunya semuanya akan disesuaikan dengan anggaran dari provinsi dan pusat untuk bantuan bagi mereka," katanya.

Uu mengungkapkan bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat berupa sembako, pakaian seragam sekolah, selimut, bantal, sabun mandi, pepsodent, sikat gigi dan lainnya. Sementara bencana yang terjadi itu yang paling didahulukan melakukan evakuasi terhadap masyarakat dan mengoptimalkan pelayanan yakni rumah sakit dan puskesmas.

"Data sementara kerusakan rumah di Kabupaten Tasikmalaya berjumlah 1.547 unit, dengan rusak berat 233 unit, sedang 175 unit dan ringan 1.139 unit, fasilitas umum 48 unit, 11 sekolah rusak berat, 31 sekolah dalam kondisi rusak sedang dan ringan tersebar 84 Desa berada di 29 Kecamatan," pungkasnya.(OL-3)

Komentar