Katalog Belanja

Harbolnas,Momen Pesta Pembeli dan Penjual

Jum'at, 15 December 2017 04:15 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

THINKSTOCK

PESTA Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) telah berlangsung serentak di sejumlah platform perdagangan elektronik (e-commerce) sejak 12 Desember lalu. Beberapa marketplace pun sukses mencatatkan rekor pribadi dalam pesta diskon besar-besaran tersebut.
Salah satunya diraih Lazada, yang kemarin mengklaim mencetak rekor transaksi terbanyak sejak enam tahun keikutsertaan mereka dalam Harbolnas. Lazada mencatatkan kenaikan 4 kali lipat jumlah kunjungan jika dibandingkan dengan hari biasa yang berimbas pada kenaikan nilai kotor penjualan (gross merchandise value/GMV) hingga 10 kali lipat.

"Kami senang melihat antusiasme konsumen pada saat Harbolnas ini. Jika dibandingkan dengan Harbolnas tahun lalu pun, jumlah nilai GMV tumbuh 2,5 kali. Ini pertumbuhan yang luar biasa," kata Co-CEO of Lazada Indonesia Florian Holm, dalam keterangan resmi tertulisnya, Kamis (14/12). Pencapaian itu, menurut dia, tentu tidak terlepas dari peran para seller. Bersama dengan Harbolnas, Lazada juga menginisiasi Desember sebagai Bulan Jualan Online Nasional (Bujonas), untuk mendorong lebih banyak UKM berjualan daring.
Sejauh ini, lebih dari 6.000 seller baru yang bergabung di Lazada turut berpartisipasi dalam Harbolnas dan menjual barang dagangan untuk pertama kalinya.

Salah satunya ialah Johannes Lie, pemilik toko mainan anak, Tomindo, di Lazada yang mendapatkan lebih dari 3.000 pesanan dalam 24 jam. Penyelenggaraan Harbolnas juga mendapat apresiasi dari Asosiasi Perdagangan Elektronik Indonesia (Idea). Ketua Umum Idea Aulia E Marinto menilai momentum Harbolnas jangan hanya menjadi ajang spesial bagi konsumen saja dengan banjir diskon yang ada, tapi juga bisa menjadi momentum bagi para seller yang tergabung dalam platform tersebut. "Jadi ini bukan hanya momen yang tepat bagi pembeli saja, melainkan juga bagi para seller dan juga platformnya dengan bagaimana mengangkat usaha-usaha lokal agar bisa memperluas pasar dengan solusi teknologi yang ditawarkan," kata bos Blanja.com tersebut.

Edukasi
Dalam Harbolnas yang berlangsung selama tiga sampai empat hari itu, sejumlah marketplace memang gencar menggelar berbagai program. Mulai dari cashback, flash sale, negosiasi harga, sampai diskon ongkos kirim. Para seller yang terhimpun dalam marketplace pun aktif mengadakan berbagai rabat. Hasil lengkap Harbolnas sampai kemarin belum bisa diumumkan karena panitia Harbolnas masih mengumpulkan data penjualan dari berbagai platform yang ikut serta dalam Harbolnas. Selain itu, sejumlah platform pun masih memperpanjang masa promosi dalam rangka Harbolnas, seperti di Bukalapak.

Di platform pimpinan Ahmad Zaky itu, perayaan Harbolnas yang sudah berlangsung sejak 11 Desember baru akan berakhir hari ini. "Setiap tahun Bukalapak akan berpartisipasi aktif menyemarakkan Harbolnas dengan cara yang kreatif dan berbeda. Ini salah satu upaya kami untuk mengajak serta mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja online secara menyenangkan serta aman dan nyaman," kata Fajrin Rasyid, Co-Founder dan CFO of Bukalapak. Tentunya, Harbolnas bukan tanpa catatan.

Masih ada sejumlah konsumen yang mengeluhkan kasus klasik berupa diskon 'abal-abal' atau 'palsu'. Dianggap palsu karena harga barang telah dikatrol sedemikian rupa oleh penjual sehingga seolah-olah harga diskon yang tertera di display barang sangat signifikan.

"Saya tadinya mau beli lemari karena lihat diskonnya di salah satu marketplace sampai 40% lebih. Tapi, setelah saya bandingkan dengan harga aslinya di situs produk bersangkutan, ternyata diskonnya tidak seberapa. Malah ada juga yang tetap lebih mahal walau sudah diklaim harga diskon," tutur Wulan, 37, kepada Media Indonesia. (Sha/S-1)

Komentar