Otomotif

Waspadai Gaduh di Tahun Politik

Kamis, 14 December 2017 07:16 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TERNYATA pasar otomotif nasional belum sepenuhnya pulih. Ini terbukti dari penjualan mobil pada tahun ini belum mampu mencapai target yang ditentukan Gabungan Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebesar 1,1 juta kendaraan.
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkapkan, hingga akhir tahun, diprediksi hanya sekitar 1,07 juta mobil yang terjual. Kemunculan sejumlah model baru yang fenomenal seperti Mitsubishi Xpander dinilainya ikut membantu mendongkrak penjualan mobil tahun ini.

"Perekonomian kita memang tumbuh tapi masih cenderung flat, sehingga tidak terlalu memberikan pengaruh terhadap pasar otomotif nasional. Untungnya aksi sejumlah agen pemegang merek meluncurkan mobil baru ikut menggairahkan pasar walau belum mencapai target," kata Yohannes kepada Media Indonesia, Selasa (12/12). Menurut Yohannes, model multipurpose vehicle (MPV) masih menjadi model mobil terlaris tahun ini karena harga yang terjangkau, sehingga bisa mendongkrak penjualan mobil tahun ini. Model tersebut, khususnya kelas low MPV, diperkirakan masih menjadi primadona penjualan mobil pada tahun depan di samping segmen low car green car (LCGC).

Bicara tentang proyeksi tahun depan, Gaikindo kembali menargetkan 1,1 juta mobil terjual di Indonesia. Segmen kendaraan komersial dinilai akan turut mendongkrak penjualan karena menggeliatnya industri pertambangan dan pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
Untuk segmen kendaraan penumpang, Yohannes menilai kemungkinan baru akan bangkit setahun setelahnya. "Trennya memang biasanya seperti itu. Baru bangkit setelah industri lain bangkit. Jadi pulihnya secara berturut-turut," ujar bos Suzuki tersebut. Yohannes justru mengkhawatirkan potensi kegaduhan politik yang bisa saja terjadi pada tahun depan mengingat penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu serta Pilpres 2019 yang dapat mengganggu kebangkitan industri otomotif nasional.

"Asal tidak ada kegaduhan politik, saya optimistis target bisa tercapai tahun depan," tandas Yohannes. Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Franciscus Soerjopranoto juga menyebutkan tren negatif pada 2018 sebagai tahun politik dengan pelaksanaan pilkada serentak. Selain itu, terdapat pengetatan kredit mobil akibat kredit macet dan konsumsi kelas menengah ke atas yang tertahan masih berlanjut. Sejumlah faktor positif yang menjadi angin segar, yaitu target pertumbuhan ekonomi nasional 5,3%-5,4%, harga komoditas yang pulih, serta banyaknya proyek infrastruktur.

Namun, hal itu belum bisa membuat orang cukup percaya diri dalam melakukan konsumsi barang. Karena itu, ia memproyeksikan pasar mobil 2018 akan turun 4%-5% dibandingkan tahun ini.

Penjualan
Pada periode Januari hingga Oktober 2017, TAM berhasil menjual sebanyak 318.788 kendaraan dengan pangsa pasar sebesar 35,49% secara whole sales. Dengan demikian, TAM masih memimpin pasar otomotif nasional. TAM berharap sampai akhir tahun ini mampu mempertahankan angka itu. Pada peringkat kedua penjualan otomotif nasional masih diisi juara bertahan, yaitu Daihatsu. Dalam periode 11 bulan menjelang penutupan akhir tahun (Januari-November) 2017, total retail sales Daihatsu sebesar 165.855 unit dengan pangsa pasar mencapai 17,3%.

Di posisi ketiga ada Honda. Meskipun demikian, Honda masih menjadi raja di pasar low sport utility vehicle (LSUV) dengan menguasai pangsa pasar sampai 58%. Yang fenomenal pada tahun ini, yaitu Xpander. Sejak diperkenalkan perdana pada Agustus 2017, surat pemesanan kendaraan (SPK) yang terkumpul sudah mencapai 30 ribuan lembar. Walaupun saat ini Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sudah menggeber produksi pabrik menjadi 5.000 unit per bulan dengan menerapkan tiga sif, antrean panjang tetap tidak mampu dihindarkan.

Hingga akhir tahun ini MMKSI baru mampu memproduksi 12 ribuan unit. Alhasil sebagian konsumen harus rela menunggu sampai tahun depan, terutama untuk varian Xpander Ultimate. Menanggapi hal itu, Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro mengatakan, pihaknya akan terus berusaha agar konsumen sabar menunggu. Pabrik juga didorong untuk mempercepat produksi. "Yang paling utama bagi konsumen, yaitu kepastian informasi sudah sampai mana kendaraan yang mereka pesan. Karena itu, kami akan terus-menerus mengabarkan hal ini kepada konsumen," ujar Irwan di kantor pusat MMKSI, Pulomas, Jakarta, Jumat (8/12). (Cdx/Ria/S-4)

Komentar