Polkam dan HAM

Fadli Zon Plt Ketua DPR, Aziz Batal Dilantik

Selasa, 12 December 2017 08:25 WIB Penulis: Nov/Ant/X-6

MI/MOHAMAD IRFAN

RAPAT Pimpinan DPR menetapkan Fadli Zon sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPR menyusul pengunduran diri Setya Novanto setelah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi KTP elektronik.

"Telah ditetapkan Plt Ketua DPR adalah wakil ketua bidang korpolkam sesuai dengan fraksi, dalam hal ini saya akan menjalankan tugas Plt ketua sampai dengan adanya ketua atau pimpinan yang definitif," kata Fadli Zon di kompleks parlemen, Jakarta, tadi malam.

Fadli mengatakan surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI tertanggal 6 Desember 2017 tersebut sudah dibacakan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada 11 Desember 2017.

Terkait dengan itu, tambah dia, berdasarkan Pasal 87 ayat 3 UU No 17 Tahun 2014 tentang MD3 ketika salah seorang pemimpin DPR berhenti dari jabatannya, anggota pimpinan lainnya menetapkan salah seorang di antara pemimpin untuk melaksanakan tugas pemimpin yang berhenti sampai ditetapkannya pemimpin definitif.

"Untuk itu, tadi kami sudah rapat dengan Pak Fahri Hamzah dan disetujui Pak Taufik Kurniawan karena Pak Agus Hermanto tidak berada di tempat," ujarnya.

Dia mengatakan Ketua DPR definitif akan diajukan Partai Golkar melalui Fraksi Golkar pada waktu yang ditetapkan, yakni setelah masa reses berakhir yaitu masa sidang mendatang yang akan dimulai 9 Januari 2018.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan setelah penunjukan Fadli, pimpinan DPR mengirimkan dua surat masing-masing kepada Presiden Joko Widodo dan DPP Partai Golkar. Dia menjelaskan surat kepada Presiden terkait dengan amanah UU MD3 sebagai pemberitahuan protokoler bahwa Ketua DPR telah mengundurkan diri. "Kami akan menambahkan bahwa DPR telah menunjuk Plt Ketua DPR, yaitu Pak Fadli Zon," katanya.

Sebelumnya, Bamus DPR RI yang sempat berlangsung alot, kemarin, memutuskan tidak membahas penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR RI oleh Setya Novanto dalam rapat paripurna. Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi menilai keputusan Bamus DPR untuk tidak melantik Aziz sebagai Ketua DPR sudah tepat. Menurut dia, sudah sepatutnya pergantian Ketua DPR menunggu Munaslub Golkar dan ketua umum baru yang menentukan pengganti Novanto sebagai Ketua DPR RI.

Komentar