Travelista

Empat Bali Baru Kebanggaan Indonesia

Sabtu, 9 December 2017 12:34 WIB Penulis: Iis Zatnika

Sumber: BPJS/Majalah Tourism in Nedherlands East Indies

KABAR tentang destinasi-destinasi yang akan dijagokan hingga nantinya setara bahkan lebih tersohor daripada Pulau Dewata itu dipaparkan Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai menggelar Rapat Terbatas Pengembangan 10 Bali Baru di Istana Bogor, Kamis (16/11).

“Keempat destinasi pariwisata ini mendapat perhatian khusus lantaran sudah memiliki infrastruktur yang baik,” ujar Arief.

Sebelumnya, perbincangan dan aneka program tentang Bali Baru menyasar pada 10 destinasi sehingga selain empat lokasi yang akhirnya jadi prioritas, terdapat pula Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Bromo–Tengger–Semeru, Wakatobi, dan Morotai.

“Enam destinasi lainnya yang termasuk dalam 10 Bali Baru tetap mendapat perhatian. Hanya, empat destinasi wisata tadi akan mendapat perhatian lebih terkait dengan pembangunan homestay, restoran, toko cendera mata, dan sentra UKM,” lanjut Arief.

Salah satu indikatornya, Analisis Performansi-Proyeksi 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dari Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Investasi Pariwisata (BPDIP) Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman, pada Januari 2016 menyebutkan Borobudur merupakan destinasi pariwisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) pada 2013, yaitu 227.337 wisatawan. Selanjutnya Mandalika mencapai 125.307 wisatawan, kemudian Labuan Bajo 54.147, serta Danau Toba sebanyak 10.680 orang turis.

Didongkrak dengan berbagai program pengembangan, angka itu diharapkan meningkat pada 2019 menjadi masing-maisng 2 juta, 1 juta, 500 ribu, serta 1 juta.

Strategi buat meraih target itu meliputi aksesibilitas, amenitas, atraksi, dan faktor sukses kunci. Berikut penjabarannya untuk empat destinasi pariwisata prioritas.

1. Mandalika

Konektivitas dipacu dengan pelabuhan laut antarpulau di Pulau Lombok, yaitu Pelabuhan Lembar dan Kayangan. Ada pula peningkatan akses laut dengan pembangunan pelabuhan cruise dan marina, terutama untuk menarik wisatawan melalui cruise dan yacht.

Selain itu, akan dilakukan pula peningkatan mutu fasilitas kesehatan dan keselamatan skala internasional untuk mendukung atraksi pantai, termasuk peningkatan kebersihan dan sanitasi.

Aktraksi yang disipakan, Cultural Village, kawasan konservasi mangrove, Fisherman Wharf, Festival Budaya Nyale, dan wisata pantai. Kunci suksesnya, pembangunan kawasan atraksi tersebut serta kargo logistik di Bandara Internasional Lombok serta Sekolah Tinggi Pariwisata Lombok.

2. Borobudur

Aksibilitas akan dipacu dengan keberadaan bandar udara di Kulon Progo, pelabuhan kapal pesiar (cruise) di Semarang, dan jaringan jalan Semarang-Magelang-Yogyakarta.

Amenitasnya berupa rumah sakit berstandar internasional, penambahan atau peningkatan mutu hotel, resor, agen pariwisata, dan pusat informasi wisatawan mancanegara di Magelang dan sekitarnya.

Buat melengkapi atraksi, akan dibuat paket wisata dan perbaikan daya tarik wisata di wilayah Borobudur (Magelang), Prambanan, Yogyakarta, Pantai Selatan, serta Gunung Kidul.

Kunci suksesnya, salah satu yang paling utama, Badan Otoritaria.

3. Danau Toba

Aspek aksesibilitas akan dipacu dengan pembangunan tol sampai ke Pematang Siantar, peningkatan jalan dari Kabanjahe ke Prapat, dan peningkatan jalan dari Bandar Udara Silangit ke Danau Toba.

Amenitas dikembangkan dengan menciptakan rasa aman, kenyamanan, dan kebersihan daerah air dan kawasan hutan, serta pusat informasi wisatawan.

Untuk atraksi, geopark Danau Toba akan dilengkapi watersport dengan Power Boating Entertaintment.

Key succes factor yang akan dikembangkan, pembangunan Tol Tebing Tinggi–Pematang Siantar serta atraksi baru, unik, dan menerus, digunakan berupa power boat, entertainment facilities serta pendirian badan pengelola.

4. Labuan Bajo

Aksibilitas akan dipacu dengan peningkatan status Bandara Komodo menjadi bandara internasional serta alih fungsi penggunaan pelabuhan untuk cruise dan pelabuhan pariwisata.

Amenitas dilengkapi dengan perbaikan penyediaan dan pengelolaan air bersih dan kebersihan dari sampah.

Agenda pengembangan pelabuhan yang dilakukan peti kemas area akan digunakan untuk commercial center, hotel, keimigrasian, dan layanan lainnya.

Untuk pengembangan atraksi, akan dilakukan koordinasi penjadwalan dan pelaksanaan festival tahunan, pembangunan pusat kebudayaan, pusat informasi wisatawan, dan penataan water front city Labuan Bajo.

Key success factor-nya ialah ekowisata yang dikelola Badan Otorita serta menuntaskan pembangunan jalan strategis nasional yang menghubungkan Flores Utara dan menuju Waicicu.(*M-2)

Komentar