KICK ANDY

Michael Leksodimulyo Dokter Gelandangan Pencari Permata Tuhan

Sabtu, 9 December 2017 06:47 WIB Penulis: (*/M-3)

MI/SUMARYANTO BRONTO

TERUSLAH bersinar bagaikan lentera karena sinarnya dapat menerangi kegelapan. Ungkapan ini lekat dengan sosok dokter bernama Michael Leksodimulyo, atau yang akrab disapa dokter Michael. Dalam kesehariannya, ia bekerja layaknya dokter pada umumnya. Namun, ada yang berbeda. Dokter Michael tidak memeriksa pasiennya di rumah sakit, tetapi di kolong jembatan, permukiman kumuh, hingga memberikan pelayanan kesehatan kepada saudara-saudara kita yang tinggal di area permakaman. Semua itu dilakukannya secara gratis.

Michael mengaku terinspirasi oleh Ibu Hana, Ketua Yayasan Pondok Kasih Surabaya yang memeluk menciumi pengemis di tengah jalan. "Dia berkata 'Michael, kamu tahu dia ini permata Tuhan yang tercecer. Sekalipun kamu mau menyenangkan hati Tuhan, taruh permata itu di tangan, lihat dia tersenyum. Nikmatilah Tuhan tersenyum kepadamu'," kata Michael yang menirukan gaya perkataan Hana. Michael mengaku dirinya telah berjanji mempersembahkan ujung rambut hingga ujung kakinya untuk melayani Tuhan jika bisa menjadi seorang dokter.

Hingga kini ia tak ragu membantu kesehatan rakyat miskin. Michael pernah menjabat salah satu direksi di rumah sakit swasta di Surabaya. Akan tetapi, jabatan tersebut rela ia tinggalkan dan memilih untuk bergabung bersama Yayasan Pondok Kasih di Surabaya untuk dapat mengabdikan dirinya menjadi 'dokter gelandangan' bagi saudara-saudara kita yang tidak mampu. Seiring dengan berjalannya waktu, kegiatan sosial yang diberikan Michael di Pondok Kasih mulai merambah ke bidang lain seperti pendidikan, panti asuhan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bahkan, ia bersama relawan membangun musala di kawasan permukiman kumuh. "Ternyata kalau kita mau menolong orang miskin itu bukan hanya memberi. Kita juga berpikir bagaimana mereka terbebas dari kemiskinan. Artinya bagaimana cara kita membebaskan mereka dari kemiskinan, berikanlah dia kemampuan dan berikan pekerjaan," kata Michael. Ke depan, Michael berharap akan semakin banyak dokter yang mau untuk membantu sesama. Baginya, hidup akan jauh lebih bermakna jika ia dapat terus membantu sesama.

Komentar