Internasional

Indonesia Ajak Dunia Tekan AS

Jum'at, 8 December 2017 06:26 WIB Penulis: Rudy Polycarpus

ANTARA/Puspa Perwitasari

PEMERINTAH Indonesia mengecam keras sikap pemerintah Amerika Serikat yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel karena langkah AS itu dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia.

Selain mengecam pengakuan sepihak AS tersebut, Presiden Joko Widodo juga akan meminta Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi untuk menindaklanjuti sikap ini.

"Indonesia meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan itu. Pengakuan sepihak itu juga telah melanggar Resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB," tegas Presiden di Istana Bogor, kemarin.

Presiden menegaskan Indonesia terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. "Kita tetap konsisten untuk terus bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945," tuturnya.

Presiden juga menyerukan PBB dan Organisasi Konferensi Islam untuk bersikap. Rencananya pertemuan OKI akan digelar di Turki pada Rabu (13/12). "Sudah kita hubungi hampir semua negara Islam. Saya akan datang sendiri ke sidang OKI itu," kata Jokowi.

Hal senada disampaikan Wapres Jusuf Kalla. "Kita tidak setuju dengan tindakan AS dan kita tunggu keputusan PBB. Permasalahan Jerusalem harus diselesaikan bersama," kata Wapres di Palembang, kemarin.

Sementara itu, Menlu Retno mengaku telah menghubungi Menlu AS, Rex Tillerson, Rabu (6/12), untuk menegaskan sikap RI. Menurut Menlu, langkah AS telah membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel.

Kecaman juga datang dari kalangan politisi. Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh meminta pemerintah RI segera mengupayakan langkah strategis untuk menjaga kondusivitas situasi di Palestina pascapernyataan Trump.

"Kita pasti sangat terganggu dan kecewa sekali dengan (pernyataan Trump) itu," ujar Surya di Kantor DPP NasDem, Jakarta, kemarin.

Surya mengatakan pernyataan Presiden Jokowi merupakan gambaran sikap rakyat Indonesia. "Ini menggambarkan ada kesamaan pandangan dalam negeri ini terhadap pernyataan Presiden Trump. Selain itu, ada upaya dan langkah yang akan diambil," tandasnya.

Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Prananda Paloh, mengungkapkan bahwa Trump telah mengambil langkah gegabah lantaran tidak mempertimbangkan dampak dari keputusannya.

Protes dunia

Sebelumnya Rabu (6/12) di Washington DC, Presiden Donald Trump mengumumkan secara resmi pengakuan AS itu dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Trump mengklaim sikapnya menandai dimulainya pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. "Israel ialah negara berdaulat dengan hak seperti negara lainnya untuk menentukan ibu kota sendiri," kata Trump dalam pidatonya.

Para pemimpin negara segera mengecam aksi Trump. Prancis, Inggris, dan Jerman mengatakan tidak mendukung keputusan tersebut.

Dari Palestina, Perdana Menteri Rami Hamdallah mengatakan pihaknya sudah tidak bisa lagi menerima AS sebagai sponsor perdamaian di Timur Tengah.

Menurut rencana, DK PBB akan mengadakan rapat darurat pada hari ini. "Saya menentang setiap tindakan sepihak yang akan membahayakan prospek perdamaian bagi Palestina dan Israel," tegas Sekjen PBB Antonio Guterres di New York, kemarin.(Arv/Ire/Nur/Gol/Deo/Uta/DW/AFP/Ant/X-11)

Komentar