Ekonomi

PLN Ingin Proyek PLTU Jawa 7 Berkualitas

Jum'at, 8 December 2017 07:53 WIB Penulis: Pun/E-2

MI/AHMAD PUNTO

DIREKSI PLN mengunjungi Ninghai Power Plant di Kota Ningbo, Tiongkok, yang dibangun Shenhua Guohua untuk memastikan investor asal 'Negeri Tirai Bambu' dapat membangun proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) IPP Jawa 7 dengan kualitas yang sama.

Seperti diketahui, PLTU IPP Jawa 7 dikembangkan konsorsium Shenhua Guohua dan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi dengan share 70:30.

Pembangkit berkapasitas 2x1.000 Mw yang sudah memulai konstruksi pada September 2017 itu ditargetkan rampung pada April 2020.

Melalui skema power purchasing agreement, PLN membeli listrik dengan harga US$4,2 sen per kWh.

"Kita harus akui pada masa lalu kontraktor pembangunan pembangkit yang digarap investor Tiongkok kualitasnya di bawah, ini membuat kualitas pembangkitnya juga jauh dari harapan. Pada akhirnya itu membebani PLN dan berpengaruh pada ketersediaan daya listrik nasional," papar Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Ninghai, Tiongkok, Rabu (6/12).

Karena itu, ia berharap Shenhua Guohua yang merupakan BUMN Tiongkok dapat menjamin kualitas pembangkitnya di Indonesia tak kalah dengan Ninghai Power Plant atau proyek-proyek mereka yang lain di Tiongkok.

Sebagai informasi, Guohua Electric Power Company hingga akhir 2016 lalu memiliki 23 pembangkit listrik dan 11 proyek yang sedang dalam konstruksi.

Total aset yang mereka punya mencapai 146,9 miliar yuan dan kapasitas produksi hingga 38,3 juta kilowatt.

"Pengalaman masa lalu itu juga yang membuat PLN memutuskan hanya akan bekerja sama dengan investor Tiongkok bila itu adalah perusahaan milik pemerintah, seperti Shenhua Guohua," tegas Sofyan.

Shenhua sebelumnya juga sudah menanamkan investasinya di PLTU Sumsel 1 di Muara Enim, Sumsel.

Pada pembangkit ini PT Shenhua Guohua Lion Power Indonesia join dengan Indonesia LPE dengan pembagian saham 75:25.

Komentar