Ekonomi

Danamon Dorong Perkembangan UKM

Jum'at, 8 December 2017 07:33 WIB Penulis: Try/E-2

MI/MOHAMAD IRFAN

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) kembali mengukuhkan komitmen mereka mendukung segmen usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia melalui produk dan layanan keuangan komprehensif.

Hal itu untuk membantu pelaku UKM dalam mengembangkan usaha.

"Fokus kami terhadap segmen UKM merupakan langkah logis seiring dengan pertumbuhan jiwa kewirausahaan di kalangan masyarakat, khususnya sebagai satah satu solusi mencapai kesejahteraan," kata Michellina Triwardhany, Direktur Consumer, SME dan Branch Network Danamon, dalam acara Media Workshop Danamon dengan tema SME: a way forward di Jakarta, kemarin.

Pada sembilan bulan pertama tahun 2017, portofolio kredit Danamon kepada segmen UKM tumbuh 10% dibandingkan periode yang sama tahun Ialu menjadi Rp27,5 triliun.

Pada kuartal III 2017, kredit kepada segmen UKM berkontribusi sekitar 22% dari total portofolio kredit Danamon.

"Segmen UKM yang berkembang menandakan perekonomian yang sehat dan memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Dukungan dari institusi keuangan seperti kami akan mendorong kualitas UKM Indonesia ke tingkat lebih tinggi dan meningkatkan daya saing di tengah iklim usaha yang kompetitif," kata Michellina.

Selain menyalurkan kredit, Danamon juga membina para nasabah antara lain dengan pelatihan membuat laporan keuangan yang baik.

Selain binaan langsung, Danamon juga menjalin kerja sama program dengan sejumlah Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) sebagai perpanjangan tangan penyaluran kredit dan pelatihan membuat portofolio sektor mikro.

"Dengan BPR lebih banyak di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kami menyalurkan kredit dengan nominal Rp500 juta sampai Rp20 miliar per nasabah. Target tahun depan agar bisa bertumbuh 20% portofolionya. Kami yakin tahun depan bisa lebih agresif,"

Zakir Machmud, Kepala UKM Center (UKMC), Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia mengatakan akses keuangan dan akses distribusi penjualan serta bahan baku sering kali menjadi hambatan pertama para pelaku UKM, yang kemudian sering kali berhenti maju karena terhambat di perizinan yang rumit.

Komentar