Internasional

Indonesia Bantah Klaim Konsultasi AS

Jum'at, 8 December 2017 06:15 WIB Penulis: (Ire/I-2)

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

MENTERI Luar Negeri Retno LP Marsudi membantah klaim Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R Donovan yang lewat pernyataan resminya pada Kamis (7/12) mengatakan pemerintah AS telah berkonsultasi dengan rekan, mitra, dan sekutu mereka termasuk Indonesia, sebelum memutuskan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. "Saya membaca ada berita di salah satu media online bahwa Duta Besar AS klaim sudah konsultasi dengan Indonesia. Saya ingin sekali tegaskan konsultasi ini maksudnya apa? Bahwa Duta Besar AS bertemu dengan saya iya. Itu karena saya panggil dan yang saya sampaikan ialah posisi Indonesia untuk disampaikan kepada pemerintahnya," ungkap Retno di sela-sela Bali Democracy Forum (BDF) X di ICE BSD Serpong, Banten, Kamis (7/12)
Retno mengaku khawatir pernyataan Donovan tersebut disalahartikan. Padahal, komunikasi telah dilakukan dua kali dengan Donovan sejak Rabu (6/12) atas inisiatif Indonesia karena keputusan AS untuk mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel tidak dapat diterima masyarakat dunia.

Pada Rabu (6/12) pagi, Retno memanggil Donovan untuk memastikan keputusan tersebut akan diumumkan atau tidak. Donovan menjawab keputusan belum final. Kemudian, malam harinya, Retno melakukan hal yang sama lewat telepon. Kali ini, keputusan finalnya telah dilakukan di Washingthon DC, seperti dikonfirmasi Donovan. Kemudian, Retno berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson untuk menekankan kembali posisi Indonesia. "Sekitar pukul 21.00-22.00 WIB, saya telah berbicara dengan Rex yang sedang dalam pertemuan para menteri NATO di Brussels, Belgia. Saya menyampaikan keputusan mereka membahayakan proses perdamaian. Pengakuan itu juga tidak sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB," jelas Retno.

Pada malam itu pula, Retno telah melakukan komunikasi dengan para menteri luar negeri anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang rencana pengumuman itu dan mereka semua menolak. OKI akan melakukan konferensi tingkat tinggi pada 13 Desember untuk kembali menegaskan posisi mereka dan langkah-langkah ke depannya. "Sebagaimana teman-teman ketahui, dari kemarin, perwakilan kita di New York terus melakukan kontak dengan DK PBB. Saya berkomunikasi dengan wakil watapri kita di New York dan saya sampaikan please get close contact dengan anggota DK PBB," sahutnya. Jadi, imbuhnya, pemerintah Indonesia bergerak di Jakarta, bekerja sama dengan OKI, serta berkomunikasi dengan nonblok dan anggota DK PBB.

Komentar