Ekonomi

Babel Siapkan Dua Kawasan Khusus Wisata Bahari

Jum'at, 8 December 2017 05:33 WIB Penulis: Ten/E-1

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

SITUASI keamanan yang kondusif di Provinsi Bangka Belitung (Babel) menjadi modal berharga bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal itu dikemukakan Sekda Babel Yan Megawandi dalam seminar Transformasi Perekonomian Bangka Belitung Optimalkan Potensi dan Akselerasi Investasi di Hotel Novotel, Pangkalpinang, Bangka, kemarin.

"Tahun ini kami menggelar satu pilkada dan tahun depan ada tiga pilkada. Namun, suasana perpolitikan tetap nyaman. Artinya, ada momentum di Babel untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang bisa mengangkat kehidupan 1,4 juta penduduk tanpa gangguan berarti," kata Yan dalam seminar yang diselenggarakan KPw Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung tersebut.

Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat ke depan, Pemprov Babel kini sedang merintis pengembangan dua kawasan ekonomi khusus (KEK), yaitu di sisi timur Sungai Liat (Kabupaten Bangka) dan di Tanjung Gunung (Kabupaten Bangka Tengah).

"Kedua KEK itu digarap konsorsium Pan Semujur. Keduanya mengutamakan potensi wisata bahari," ujar Yan.

Berkaca pada KEK Tanjung Kelayang di Pulau Belitung, lanjut Yan, penggarapan KEK Sungai Liat dan KEK Tanjung Gunung dilakukan secara paralel antara pemda dan konsorsium.

Yan optimistis kehadiran dua KEK itu dapat menaikkan kontribusi pariwisata terhadap PDRB Babel.

"Apabila pada 2006/2007 sumbangan sektor wisata sekitar 1,3%, pada 2012 lalu sudah meningkat 4,8%. Sumbangan terbesar masih dari sektor tambang, yakni sebesar 17%-18%."

Asisten Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia Handri Adiwilaga mengakui membaiknya perekonomian dunia memang membawa dampak terhadap pertumbuhan baik di tataran nasional maupun daerah.

"Ini momentum yang juga harus dipikirkan Babel. Akan tetapi, pekerjaan rumah yang harus diberesi ialah infrastruktur, teknologi, dan sumber daya manusia yang berperan terhadap peningkatan pendapatan daerah," kata Handri.

Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, untuk meningkatkan penerimaan dari pariwisata, Pemprov Babel harus berpikir out of the box.

Komentar