Humaniora

Waspadai Cuaca Terik di Antara Musim Hujan

Jum'at, 8 December 2017 05:23 WIB Penulis: Dhk/H-2

ANTARA/Andika Wahyu

SEJUMLAH siklon tropis yang melanda wilayah di Tanah Air beberapa waktu lalu, kini posisinya terus menjauh.

Saat ini belum ada bibit siklon tropis baru yang terpantau, namun gelombang tinggi di beberapa perairan harus diwaspadai.

"Tidak ada bibit siklon baru yang terpantau. Tetapi, gelombang laut yang perlu diwaspadai berada di Laut China Selatan dan Laut Natuna dengan ketinggian bisa mencapai tiga sampai 4 meter hingga 11 Desember mendatang," kata Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo saat dihubungi, kemarin.

Tetapi, ia meminta masyarakat mewaspadai kondisi monsoon break yang dalam tiga hari ke depan masih bakal terjadi di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah bagian utara.

Monsoon break merupakan kondisi saat curah hujan rendah atau dapat dikatakan 'hujannya istirahat' sehingga yang muncul ialah cuaca panas.

"Potensi hujan sifatnya tidak merata. Masyarakat perlu menjaga kondisi pada situasi hujan-panas-hujan. Itu dapat mengganggu daya tahan tubuh, mudah lelah, dan sakit. Asupan cairan perlu tetap dijaga demi menghindari dehidrasi," ujar Mulyono.

Diperkirakan, periode puncak musim hujan terjadi pada bulan ini hingga Februari 2018, khususnya untuk wilayah Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Dua pekan terakhir, wilayah Jawa dan Bali terdampak siklon tropis, yakni Cempaka dan Dahlia, yang menyebabkan hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Siklon itu merupakan wilayah atmosfer bertekanan rendah yang bercirikan pusaran angin.

BMKG menyatakan dua siklon itu sudah punah.

Menurut Mulyono, bibit siklon tropis yang sebelumnya sempat terpantau di barat laut Aceh (93W), saat ini posisinya terus menjauh dan berada di Teluk Benggala bagian timur laut Samudra Hindia.

Dampaknya, hembusan angin di Aceh mencapai 25 kilometer (km) per jam, gelombang laut antara 2 meter hingga 2,5 meter di pantai barat Aceh, dan curah hujan sedang.

Ia menegaskan, dampak bibit siklon tersebut saat ini menurun ketimbang posisi pada Senin (3/12) yang mengakibatkan gelombang setinggi 4 meter, angin kencang, dan hujan deras.

"(Bibit siklon) melemah karena geraknya menjauh ke barat laut dari Aceh," imbuhnya.

Terkait dengan nama siklon tropis, seperti Cempaka dan Dahlia, sebelumnya BMKG menjelaskan nama Cempaka dipilih karena merupakan siklon tropis ketiga yang terjadi di Indonesia.

Penamaan siklon tropis dipilih sesuai dengan urutan abjadnya.

Komentar