Nusantara

Harga Ikan Naik Dua Kali Lipat

Jum'at, 8 December 2017 04:45 WIB Penulis: (HS/JI/BB/AD/PO/N-3)

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

CUACA buruk yang melanda Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memicu naiknya harga ikan. Tingginya gelombang laut membuat nelayan enggan melaut. Akibatnya, pasokan ikan di tempat penjualan ikan menurun drastis. Harga ikan laut naik hingga 50%. Seperti ikan kakap merah yang biasanya Rp50 ribu per kg, kini dijual dengan harga Rp75 ribu per kg. Demikian juga dengan harga ikan dorang yang semula Rp40 ribu per kg naik menjadi Rp60 ribu per kg. “Kalau sedang cuaca buruk, kami lebih banyak memperbaiki perahu dan berhenti mencari ikan,” kata Said, 40, nelayan asal Sidoarjo, Kamis (7/12).

Sebaliknya, panen ­melim­pah menyebabkan harga bawang merah anjlok. Harga bawang merah di sentra bawang Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang biasanya dijual Rp20 ribu per kg, kini hanya Rp4.000-Rp5.000 per kg. “Benar-benar membuat kami pusing,” keluh Sobari, petani bawang asal Desa Pasarbatang, Kecamatan Brebes. Hampir seluruh sentra pertanian bawang merah di Brebes saat ini sedang panen melimpah sehingga harga bawang anjlok. “Dengan harga murah itu, kami rugi sekitar Rp60 juta,” ungkapnya.

Saat pasokan bawang me-rah melimpah, pasokan ­cabai justru kurang. Seperti di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pasokan cabai di pasar tradisi-onal menurun. Harga cabai pun menjadi naik. “Ya sejauh ini naiknya masih signifikan,” kata Kepala Dinas KUKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, Ayep Supriatna.

Cabai merah TW dari Rp36 ribu per kg menjadi Rp44 ribu per kg. Cabai rawit dari Rp20 ribu per kg menjadi Rp24 ribu per kg. Di Tasikmalaya, Jawa Barat, harga telur ayam juga naik dari Rp18 ribu per kg menjadi Rp22.700 per kg. Di Nusa Tenggara Timur, jelang Natal dan Tahun Baru, stok beras di gudang Bulog aman hingga empat bulan ke depan. (HS/JI/BB/AD/PO/N-3)

Komentar