Megapolitan

Ini Jawaban Kapolresta Tangerang soal Surat Edaran Berbau SARA di Desa Rajeg

Kamis, 7 December 2017 19:59 WIB Penulis: Micom

Ist

FOTO surat edaran dengan kop surat Rukun Warga 006, Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, beredar luas atau viral di media sosial.

Itu tidak lain karena surat edaran itu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Surat edaran itu berisikan aturan dan ketentuan penyelenggaraan kegiatan bagi warga non-muslim di perumahan tersebut.

Setidaknya, ada empat aturan dan ketentuan yang tercantum dalam surat edaran tersebut. Pertama, warga non-muslim dilarang mengalihfungsikan rumah menjadi tempat ibadah.

Yang kedua, kegiatan tersebut boleh dilakukan dengan catatan tidak mengundang tamu dari luar perumahan, kemudian tidak boleh menggunakan pengeras suara, dan tidak membawa pemuka agama.

Adapun ketiga, dalam hal duka, keluarga diimbau untuk menguburkan jenazah dalam waktu 1x24 jam. Sedangkan yang keempat, seluruh warga Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera diwajibkan melaporkan seluruh kegiatan kepada pengurus RT atau RW minimal tiga hari sebelum dilaksanakan.

Surat itu kemudian disetujui dan ditandatangani oleh Ketua RW 006 dan seluruh ketua RT yang ada di perumahan tersebut.

Menanggapi maraknya pembicaraan terkait surat edaran tersebut di media sosial, Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif, mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa Rajeg, Camat Rajeg, Ketua RW 06 Perumahan Bumi Anugerah, Danramil Rajeg, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Balai Desa Rajeg, hari ini.

Dalam pertemuan itu, Kapolresta Tangerang menyampaikan bahwa surat edaran tersebut benar di lingkungan Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera.

"Surat edaran dengan kop surat RW 006 Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera yang ditandatangani Ketua RW dan seluruh ketua RT memang benar ada," ucap Sabilul.

Ia menambahkan bahwa surat edaran tersebut masih dalam tahap rancangan dan hanya untuk kalangan internal pengurus RW dan RT setempat.

Surat itu, menurut Kapolresta, belum berlaku dan statusnya sekarang tidak akan diberlakukan.

"Sebab, kegiatan rutin masyarakat dapat berlangsung sebagaimana mestinya sesuai norma yang ada," imbuhnya.

Perkataan Kapolresta Tangerang itu ada di dalam surat pernyataan dan komitmen bersama yang disepakati dalam pertemuan.

Adapun enam poin hasil kesepakatan di dalam pertemuan itu ditandatangani Ketua RW 006 Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera Desa Rajeg Anthony Robinhoq, Kepala Desa Rajeg Yanto Firmanto, dan Camat Rajeg Ahmad Patoni. (RO/OL-2)

Komentar