Nusantara

Mi Instan Kedaluwarsa Beredar di Padang

Kamis, 7 December 2017 18:39 WIB Penulis: Yose Hendra

Ilustrasi

PEMERINTAH Kota Padang mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati mengonsumsi mi instan setelah penemuan makanan itu sudah kedaluwarsa dan beredar di Padang, Sumatra Barat. Aparat Polda Sumbar bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Padang, beberapa waktu lalu, memang menemukan mi instan kedaluwarsa di sebuah gudang di Padang.

"Kepada warga kita ingatkan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi mi instan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, di Padang, Kamis (7/12).

Jika ada warga yang ingin mengonsumsi mi instan, pihaknya mengimbau untuk memastikan dengan benar tanggal kedaluwarsa pada kemasan makanan tersebut. Selain itu, memeriksa dengan cermat apakah kemasan mi instan itu masih baik atau sudah rusak.

"Warga kita ingatkan untuk tidak membeli mi instan tanpa kemasan pabrik," katanya.

Feri Mulyani mengatakan, apabila mi instan yang telah terbeli dan terlihat tidak layak untuk dikonsumsi sebaiknya tidak disimpan. Dan apabila telah dikonsumsi dan rasa mi tersebut agak berbeda dengan biasanya, untuk segera dibuang.

"Segera minum air putih sebanyak-banyaknya setelah itu," imbaunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian dari Polda Sumbar bersama BB POM Padang menggeledah gudang PT Padang Distribusindo Raya (PDR), di Jalan Raya Padang Bypass Km 9 Ampalu, Kecamatan Lubeg, Kota Padang, Sumbar.

Dari penggeledahan itu, ditemukan adanya mi yang diduga sudah kedaluwarsa sebanyak 3.900 kg. Ribuan kg mi itu diduga akan diedarkan ke masyarakat, karena dari penggeledahan tersebut, ratusan karung berisi mi itu ditemukan di gudang penampungan produk yang akan dijual ke masyarakat.

Direskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Margianta, mengatakan, penggeledahan distributor mi itu dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat tentang dugaan adanya pembuatan ulang mi kedaluwarsa yang dijual ke masyarakat.

Untuk itu, Polda Sumbar bersama BB POM Padang melakukan pengecekan ke lokasi dan ditemukan 195 karung berisi mi yang diduga sudah kedaluwarsa dengan berat 20 kg per karung. (OL-2)

Komentar