Megapolitan

Polri Fokus Antisipasi Kerawanan dan Kegaduhan akhir tahun

Kamis, 7 December 2017 17:55 WIB Penulis: Sri Utami

Dok.MI/Galih Pradipta

KESIAGAAN pengamanan jelang akhir tahun terus disiapkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Polri melakukan langkah antisipasi berbagai kemungkinan kerawanan ancaman yang mungkin terjadi.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, hal utama yang diwaspadai yakni ancaman terorisme di tengah tingginya aktivitas masyarakat pada akhir tahun seperti arus mudik dan balik.

"Persiapan tahun baru kami sudah siapkan operasi Lilin. Saya sudah kumpulkan semua Kapolda untuk waspadai kerawanan utama terorisme, yang kedua arus mudik dan arus balik. Dan kami akan gunakan pola persis seperti lebaran lalu," jelasnya di Jakarta, Kamis (7/12)

Tidak hanya ancaman kekerasan, ancaman kegaduhan bisa terjadi akibat tidak stabilnya pangan dan juga inflasi, sehingga Polri harus berkoordianasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga situasi yang kondusif. Selanjutnya Polri, Kemendag, Kemenperin dan Kementan akan melakukan rapat koordinasi pekan depan.

"Insyaallah aman, sukses, koordinasi dengan semua stakeholders terkait, Kementerian PUPR, Kemenkes, Pertamina nanti akan kami rapatkan lagi. Juga masalah sembako agar terjadi stabilitas pangan, masyarakat tidak terbebani, inflasi bisa ditekan. Saya sudah sepakat dengan Menteri Perdagangan, Perindustrian, kemudian dengan Kementerian Pertanian, kemungkinan Senin atau Selasa rakor bersama," terangnya.

Selain itu Tito juga menekankan semua anggotanya untuk menekan angka kejahatan konvensional serta aksi penimbunan bahan pangan. Beberapa masalah besar ini sudah dipetakan oleh Polri untuk diantisipasi secepatnya.

"Jangan sampai terjadi penimbunan oleh mafia ini kami akan sikat. Kemudian kejahatan konvensional copet, jambret. Saya sudah perintahkan mulai hari ini harus dibersihkan. Preman, calo, tukang bius, di bandara, pelabuhan, stasiun, harus bersih dari preman. Yang tidak bersihkan saya copot," tegasnya

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi yang baru dilantik siap untuk menjalankan intruksi kapolri tersebut. Berbagai strategi dan instrumen pengamanan telah disiapkan terlebih menghadapi berbagai kemungkinan kerawanan tindak kejahatan dan kegaduhan.

"Saya dan seluruh anggota siap. Tidak ada tempat untuk premanisme, semua preman kan kami sikat habis," cetusnya

Langkah pengemanan tersebut akan dilakukan berkesinambungan. Selanjutnya akan dievaluasi dan analisa untuk menjamin keamanan dan kenyaman masyarakat.

"Kami sudah memetakan titik wilayah yang rawan yang segara harus ditindak. Walau pun kecenderungan tindak kejahatan di Jakbar menurun namun itu bukan berarti terlena. Tetap harus sigap," tambahnya.

Di sisi lain, Hengki juga menuturkan sesuai dengan intruksi kapolri, pendekatan dan melakukan pengawasan jelang pilkada dan pilpres.

"Kami akan melakukan pendekatan yang soft menjalankan peran masing-masing. Pengawas Pemilu, penyelenggara Pemilu, TNI, Polri harus netral, aparat sipil negara netral," imbuhnya

Sebelumnya Tito menegaskan jelang pilkada dan pilpres pemda untuk menghindari menggunakan politik anggaran yang bertujuan menekan pihak tertentu

"Negara ini tidak boleh terkoyak, masyarakat tidak boleh berkonflik, apalagi jadi korban hanya demi kepentingan politik sesaat," tuturnya. (OL-6)

Komentar