Nusantara

Elpiji 3 Kg Kembali Langka di Pantura Harga Eceran Melambung

Kamis, 7 December 2017 17:04 WIB Penulis: Akhmad Safuan

ANTARA

KELANGKAAN gas elpiji ukuran 3 kilogram kembali terjadi di beberapa daerah di pantura yang membuat harga eceran melambung di atas harga eceran tertinggi (HET). Akan tetapi masing-masing pihak terkait saling lempar tanggung jawab.

Pemantauan Media Indonesia di pantura, Kamis (7/12), kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram kembali terjadi di beberapa daerah di pantura seperti Pekalongan, Batang dan Semarang. Warga kesulitan Memperoleh gas melon sejak beberapa hari lalu baik di tingkat agen maupun pengecer.

Harga elpiji 3 kilogrampun melambung hingga di atas HET yang telah ditetapkan seperti Pekalongan Rp15.500, Kota Semarang Rp17.400 per tabung menjadi Rp20.000 per tabung, itupun barang sulit dicari.

"Saya dan warga lain telah berputar-putar dari satu pengecer ke pengecer lain, tapi tidak dapat elpiji hingga dua hari ini dan terpaksa masak kembali (memasak) dengan arang," kata Budi, 58, warga Tirto, Pekalongan.

Hal senada diungkapkan Titin, 60, warga Katangpanas, Kota Semarang, kesulitan memperoleh elpiji 3 kilogram sudah dirasakan sejak sepekan lalu. Bahkan meskipun harga melonjak Rp20.000 per kilogram ia terpaksa membelinya karena kebutuhan.

"Warga sampai cari ke kecamatan lain karena disini pengecer tidak ada barang," imbuhnya.

Sementara seorang pengecer elpiji di Jatingaleh Yuli Akhyar, 65, mengaku kiriman dari agen sudah sepekan ini terhenti, sehingga 20 tabung yang ada semuanya kosong. Bahkan untuk kebutuhan sendiri, ia terpaksa membeli dari pengecer lain yang jauh dengan harga Rp20.000. Padahal biasanya menjual elpiji 3 kilogram Rp18.000 per tabung.

Agen elpiji yang biasa mengirim, lanjut Yuli, mengaku stok yang dikirimkan oleh pertamina dikurangi hingga 50% dari biasanya, sehingga banyak pengecer yang tidak mendapatkan jatahnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Pekalongan Mahroji usai operai pasar elpiji 3 kilogran mengaku heran dengan kesulitan warga memperolah gas elpiji karena terjadi penambahan kuota hingga 3 persen dari sebelumnya.

"Kita sudah bahas masalah ini dengan instansi terkait termasuk pertamina, sehingga dugaan yang adalah adanya peningkatan pemakai elpiji bersubsidi ini," ujar Mahroji.

Jumlah elpiji di Kabupaten Pekalongan hingga Desember ini, lanjut Mahroji, cukup besar yakni mencapai 814.480 tabung. Seharusnya dengan jumkah tersebut mencukupi kebutugan warga dan tudak sampai terjadi kelangkaan seperti ini.

Officer Communication and Relations Pertamina Jawa Tengah M Darmawan mengatakan Pertamina sudah melakukan tugas dan funsinya dengan baik untuk mangawasi dan mendistribusikan gas ke masyarakat lewat agen dan pangkalan.

"Stok gas elpiji 3 kilogram yang kami berikan overkuota, sehingga jika ada penyelewengan kami harap masyarakat juga ikut aktif mengawasi dan dapat langsung laporkan ke kami," kata Darmawan. (OL-6)

Komentar